Guru...Siswa dan Orang Tua

Assalamu'alaikum...

Sebuah pengalaman yang ingin dibagi...
Guru...memiliki tanggung jawab yang dan peran yang penting bagi perkembangan siswa. Baik dari segi akademis maupun perilaku. Terutama pada sekolah-sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran full days dimana hampir sebagian besar waktu yang merupakan waktu-waktu siswa banyak melakukan aktifitas, peran guru sangat penting. Siswa menerima nasihat, uswatun hasanah dari guru banyak dialami siswa selain tentu saja pengetahuan yang berupa akademis. Mendapati siswa yang dapat menerapkan apa yang diajarkan dalam kehidupannya, tentulah sebuah kebahagiaan tersendiri. Tak terungkapkan rasa syukur karena hal tersebut.
Akan tetapi, apakah apa yang siswa tampilkan di sekolah akan terefleksi pula di lingkungan keluarganya?. Jawabnya tidak selalu. Terkadang guru akan menemukan siswanya yang menunjukan perilaku berbeda antara di sekolah dengan di rumahnya. Di sekolah siswa menampilkan perilaku yang baik, santun, hormat, sholeh/sholehah dan hal baik lainnya. Ternyata di rumah justru kebalikannya. Siswa menjadi sulit diatur, kurang santun pada orang yang lebih tua, dan boleh dikatakan berlawanan 100%.
Tugas guru adalah mencari tahu apa yang menyebabkan hal tersebut..?
Lebih banyaknya waktu yang dilewatkan siswa pada sistem sekolah full days, menjadikan siswa cenderung memiliki kedekatan secara psikologis lebih erat dengan guru. Hal ini dapat ditunjukan dengan mudahnya nasihat yang disampaikan guru dicerna dan diterapkan oleh siswa. Sedangkan sistem sekolah full days, menyebabkan siswa hanya dapat menghabiskan beberapa jam yang tersisa bersama orang tuanya. Terlebih jika orang tua adalah tipe pekerja yang semakin sedikit mempunyai waktu bersama anak. Perhatian dan nasihat diberikan hanya seperlunya. Apabila anak kelewat nakal, nasihat diberikan atau bahkan hukuman. Anak tidak menemukan figur orang tua dalam keluarganya dan dengan guru di sekolahlah anak mendapat apa yang seharusnya mereka dapat di rumah. Jadi tidak heran jika ditemui perbedaan perilaku yang ditunjukan anak di sekolah dan di rumah.

Sebab lain mungkin karena perbedaan lingkungan. Di sekolah anak bergaul dengan teman seusia sehingga memiliki rasa persaingan untuk menjadi yang terbaik. Persaingan ini mengakibatkan anak menampilkan sikap-sikap positif di sekolah terlebih jika sikap positif yang ditampilkan siswa mendapat penghargaan dari orang-orang dewasa di sekolah (guru) walaupun hanya berupa pujian. Namun kata-kata pujian yang terlontar dari orang dewasa kepada anak merupakan sebuah harta karun bagi anak yang membuatnya akan terus mengingat dan menampilkan perilaku terpuji yang membuatnya dipuji. Sementara di rumah, anak harus berbagi dengan saudara-saudara yang lain yang usianya lebih besar ataupun lebih muda darinya ditambah kesibukan orang tua yang berakibat jarangnya orang tua memberikan kata-kata penguatan atas sebutir perlaku positif yang ditampilkan.

Penegakan disiplin tanpa pemahaman. Artinya orang tua menginginkan anak bersikap disiplin tanpa menjelaskan manfaatnya dan mengapa orang tua menerapkan hal tersebut. Sebagai contoh, seorang anak ingin menonton sebuah sinetron yang seharusnya hanya boleh ditonton oleh orang dewasa. Kemudian orang tua melarang anak dengan berkata "tidak boleh nonton sinetron itu..! ayo tidur...!" Bisa dipastikan anak akan memiliki penolakan terhadap sikap orang tua meskipun pada akhirnya si anak pergi tidur. Perasaan penolakan ini lambat laun akan keluar dalam bentuk sikap pemberontakan. Akan lebih baik apabila orang tua memberlakukan sikap disiplin disertai pembicaraan dari hati ke hati pada anak sehingga anak tidak hanya melaksanakan tapi juga menerima dengan hati dan pemikirannya. Dengan demikian akan terus ada dalam ingatan anak sepanjang perjalanan hidupnya.

Sekarang tergantung orang tua dan guru untuk menentukan metode yang tepat atas permasalahan tersebut. Orang tua jangan sampai hanya menyerahkan masalah anak kepada guru semata dan gurupun tidak dapat menjalankan metode perbaikan yang tepat sendiri. Perlu adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Mungkin guru dan orang tua dapat bersepakat untuk menciptakan lingkungan, suasana, komunikasi yang tidak jauh berbeda antara sekolah dan rumah. Sehingga apabila anak lebih banyak menampilkan perilaku positif di sekolah begitu ia tiba di rumah ia akan mendapati lingkungan atau atmosfer yang tidak jauh berbeda dengan di sekolah dan sebaliknya jika ternyata anak menampilkan perilaku positif lebih banyak di rumah.


Tulisan ini dibuat atas pendapat pribadi dan pengalaman yang ditemui.Sekedar sharing...curhat...proses belajar. Jika terdapat kesamaan dengan pihak lain, hal itu merupakan suatu ketidaksengajaan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan yang dikarenakan minimnya pengetahuan yang diri ini miliki. Semoga berguna di kehidupan kelak dan dapat dijadikan flashback ke depan

Read More......

Good Bye....

Bismillahirrahmanirrahim...
Saat berjumpa....saat berpisah....
Hari ini tiga orang telah pergi. Mereka akan menjalani pekerjaan baru....menemui teman baru...serta anak-anak yang baru...Masing-masing dari mereka memiliki kesan yang sangat berarti.
V-chan...panggilan sayang untuk seseorang yang pernah menjadi teman berbagi ruangan. Penghilang segala kekakuan dan menjadikan diri terbuka, rileks dan santai. Seseorang yang cerdas dan teguh serta berperasaan halus. V-chan...V-chan...Vchan...sekarang V-chan bagaikan kodok hijau yang siap melompat ke atas teratai yang baru. Semoga kau temukan apa yang kau cari dan tak kau lupakan apa yang telah kau dapat dan alami. Bersamamu banyak kejadian lucu, menyenangkan...menyedihkan dan segala perasaan yang tak terlukiskan.
Terimakasih telah bersedia menerimaku sebagai mitramu...terimakasih telah membuatku mengenal lebih banyak teman di awal-awal hariku...terimakasih telah "menjodohkan" (hanya main-main...) dengan "temanmu" meski itu membuatku enggan menegur "temanmu"...terimakasih telah menetapkanku sebagai MC berpartner dengan "temanmu" sehingga membuatku lebih berani dan menjadi lebih santai dalam berhadapat dengan "temanmu" meski pada awalnya "temanmu" menyebalkan karena KE NARSISANNYA dan meskipun beberapa hari setelah itu aku kembali enggan menegur "temanmu..." Semua keusilanmu mencairkan suasana....senyum mu meruntuhkan tembok...akan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang...
Dian...teman yang selalu berusaha memberikan kebahagian dan senyum bagi orang lain. Senang mengirimkan sms lucu yang terkadang menggelikan ataupun membuat jantung berdebar di suatu malam. Ikhlas...ikhlas...ikhlas adalah pesan terakhirnya. Ekspresimu susah ditafsirkan sedih atau senang. Namun hari ini aku bisa melihat tetes air di matamu.
Dj...begitulah panggilan teman-teman dekatmu...cuek dan senang tulang ikan, membuatmu unik...Tak begitu lama mengenal dirimu..itupun karena aku sering nebeng pulang padamu. Dan sekarang aku bingung....aku harus nebeng siapa lagi kalau pulang...??? Hal terakhir yang kau tanyakan adalah ....."kapan aku akan menyusul jejakmu...?" wish me luck for the next test...?!!
Itulah tiga orang yang selama ini berada di sekitarku yang telah pergi. Menyedihkan...karena selama ini mereka telah memberikan segala hal yang terbaik yang ada pada diri mereka. Lihatlah lebih dalam betapa besar pengabdian yang mereka berikan. Betapa mereka menyayangi wajah-wajah polos yang mereka temui di pagi hari hingga sore menjelang. Meski tak selalu kata-kata manis yang mereka terima. Betapa banyak waktu yang mereka habiskan demi wajah-wajah polos di hadapan mereka hingga sakit mendera meski tak setiap hari penghargaan yang mereka terima. Kemajuan yang ingin mereka lihat...keberhasilan yang ingin dicapai...kebaikan yang ingin di tuju...tak hanya untuk diri sendiri namun untuk semua pribadi. Kesamaan keinginan namun perbedaan jalan menciptakan perpisahan. Tangispun mewarnai dua hari terakhir. Buatku kita berpisah bukan berarti tak kan bertemu. Selama masih menapakan kaki di dunia masih ada kesempatan bertemu dan berbagi cerita. Jika tidak berkesempatan di dunia mudah-mudahan di akhirat di tempat yang baik dan memberi ketenangan...kedamaian dan keceriaan. Dengan senyum sebagai penghias. Salam pembuka kata.
End of the words...see you next time...

Read More......

Sebuah cerita dalam sebingkai kehidupan....
Ingin berlari dari semua mata mencari ....
Bersembunyi pada dalamnya sebuah lubang....
Namun diri terasa tenang dan nyaman....
Berkatapun bagai angin berhembus....
Tak terdengar tak tersampai....
Bagai pertanyaan tanpa jawaban.....
Di bawah terpaan hujan menyapu awan....



Wish u know what i feel now...?!

Read More......

Something in My Head

Aku ingin menjadi sebatang pohon....
Sebatang pohon yang hijau, lebat, rindang dan subur....

Sebatang pohon yang tetap ditempatnya walau badai menerpanya....

Sebatang pohon yang tak pernah mengeluh walau apapun menimpanya....

Sebatang pohon yang selalu berusaha menumbuhkan batang dan rantingnya....

Sebatang pohon yang tak kan berpindah namun memberi manfaat disekitarnya....

Sebatang pohon yang selalu meneduhkan jiwa-jiwa yang berteduh di bawahnya....

Sebatang pohon yang masih tersimpan di kepala....

Meski membayang di pelupuk mata....

Jauh dalam nyata....


Read More......

Keharusan Dan Keinginan

Bismillahirrahmanirrahim....

Tidak selamanya keinginan kita adalah yg terbaik bagi kita. Terkadang kita hrs menjalani suatu keharusan yang tidak sesuai dengan keinginan atau pun sebaliknya. Orang lain berpendapat diri kita pantas atas "keharusan" tersebut tapi hal itu bukan "keinginan" kita. Akhirnya yang ada adalah kebingungan, kerisauan dan kebimbangan. Sanggupkah...? Bisakah untuk ikhlas sementara hati menolak...?
Ikhlas adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dilafazkan namun pada kenyataannya begitu sukar diaplikasikan.
Hari ini sebuah amanah besar telah dijatuhkan. Hati menolak...tangispun meledak...hingga lisan berucap TIDAK. Beban itu terlalu berat dan amanah itu terlalu bagus. Tak pernah sedikitpun terbersit...bermimpi...apalagi berambisi untuk mendapat amanah tersebut. Masih banyak teman-teman lain yg lebih mampu.
Ucapan selamat dan pompaan semangat dari orang-orang terdekat tak mampu mengubah "keinginan" untuk menolak "keharusan" itu. Bagi mereka diri ini mampu namun tidak bagi si penerima karena sekecil apapun ada pertanggung jawaban.
Seberat apapun sebuah pekerjaan jika diinginkannya, akan dilakukan sepenuh hati. Namun sungguh berat menumbuhkan keinginan untuk melakukan sebuah keharusan yang bukan merupakan keinginan.

Read More......

Habis Gelap Terbitlah Terang

Alhamdulillah..bisa jg bikin blog..akhirnya. Dulu sh pernah buat tp krn dasarnya pelupa..lupa dh semuanya termask paswordnya. Skrg bikin lg yg baru..mumpung otak lagi blank habis dpt musibah yg mungkin buat sebagian org anugerah... Jd dari pd pusing mikirinnya ahirnya bikin blog deh...Thanks a lot 4 m' Husnul bersedia diganggu buat bantuin bikin blognya pdhal lagi kerja...he..he...

Read More......