Prasangka buruk. Berpikir negatif. Begitu mudah hal ini terjadi setiap harinya. Selalu saja ada pihak2yang menjadikan sesuatu yang awalnya tanpa maksud, melahirkan sebuah maksud dan menjadikan sebuah prasangka buruk.
Hari ini begitu sesak. Hingga diputuskan lah semua hal yang memungkinkan terjadinya sebuah koneksi. Begitu lelah dengan semua hal yang membuat syaraf, otot dan pikiran menjadi kaku dan tegang. Hari ini sebuah pengakhiran dimulai. Tak kan lagi ada kontak dalam hal apapun meski sebuah huruf melalui sms. Semua telah dihapus karena perasaan lelah akibat prasangka buruk yang membuat hati menjadi sakit. Semua telah dihapus karena perasaan lelah akibat saling serang dan adu kata-kata yang membuat hati merasa bahwa hanya kebencianlah yang dihadirkan. Meski selama ini mencoba untuk berpikiran positif bahwa bukan benci yang ditawarkan.
Hari ini sebuah foto dan segelintir argumen menjadikan pikiran negatif dan prasangka menyeruak masuk. Hingga akhirnya diputuslah semua koneksi yang mungkin terjadi. Tak ingin lagi menyimpan. Tak ingin lagi terhubung. Tak ingin lagi peduli. Hanya ingin hati menjadi bersih dari segala keterkaitan. Mencoba kembali menjadi diri sendiri yang bebas tanpa harus peduli dengan tatapan-tatapan mata kalian dan prasangka-prasangka kalian yang menyebabkan prasangka. Pikiran positif akan tetap hadir meski negatif yang harus diterima. Tak mudah meminta pengertian bahwa bukan ini tujuan akhir dari sebuah foto. Mungkin benarlah bahwa hanya benci yang diantar hatimu pada kedua tangan. Hanya basa basi yang terlontar dari lisankan. Tak peduli bagaimana hati ini mencoba menampung semuanya.
Inilah akhir dari segalanya. Tak kan terulang semua yang telah terjadi. Karena telah ditutup jalanmu untuk kemari. Telah ditutup pintu untuk setiap ketukan-ketukan jarimu. Telah ditutup telinga untuk setiap panggilan dan sapaanmu. Telah ditutup semua karena sebuah foto dan beberapa komentar yang membuat prasangka negatif. Meski bukan ini akhir yang diharap.
Read More......
Mushafir menempuh perjalanan pertama dalam seperempat abad lebih hidupnya. Menembus gumpalan awan putih nan tebal menggapai birunya langit cerah menaiki angin berhembus kencang diselimuti besi-besi tebal bersayap. Entah apa yang memberikan keberanian bagi sang mushafir untuk menempuh perjalanan demikian jauh, meninggalkan semua yang telah dimiliki dan dikenal selama masa remaja menghampiri. Satu hal yang pasti, ilmu..sebuah ilmu pendidikan lah yang menjadi tujuan perjalanan ini. Demi sebuah ilmu yang pastinya akan sangat berarti dalam hidupnya dan tanpa ia sadari perjalanan yang ditempuh pun akan menjadi bagian yang berarti dalam hidupnya.
Siang menjelang sore..mushafir mendaratkan kaki kecil nan kurus dilapangan megah penuh sesak. Mencari dan menelisik jiwa-jiwa yang berkenan menjemputnya sekedar memberikan arah kemana ia harus pergi, tempat apa yang harus dituju, rumah mana yang berkenan memberi sedikit ruang untuk melepas lelah dan penat.
Hari berganti hari...tak terasa hari pertama bulan ke sepuluh merupakan sebuah awal yang tak pernah diduga akan dialaminya. Hari pertama di bulan ke sepuluh adalah beberapa hari setelah sang mushafir memulai pencarian ilmu pendidikannya. Hari pertama bulan ke sepuluh adalah awal hari sang mushafir mendapat pengalaman lain dalam hidupnya. Sebuah kejadian, membuatnya tersadar bahwa ternyata selama ini ia terlupa mempersiapkan dirinya akan sebuah kenyataan yang cepat atau lambat akan ia hadapi. Bukan hasil akhir dari peristiwa itu yang ia sesalkan tapi kenyataan bahwa ternyata ia lupa berbekal lah yang menjadi penyesalan. Selama ini ia terlalu larut dalam kenyamanan kesendirian dan kebebasan. Terlupa bahwa ia memerlukan seorang teman dalam hidupnya. Seorang belahan jiwa tempat berbagi suka dan duka. Meski pun ia ingat dan mengajukan sebentuk harap, namun ia terlupa berbekal demi memenuhi harapannya. Terlupa berbekal mengenai cara menghadapinya. Sekali lagi, bukan hasil akhir dari peristiwa yang terjadi di bulan ke sepuluh yang ia sesali, melainkan lalai dalam mempersiapkan bekal dalam menghadapi peristiwa di bulan ke sepuluh itu lah yang ia sesali. Sebuah kesadaran yang seharusnya muncul ketika ia mulai mengajukan sebuah harap akan sebuah keluarga namun sayang ia terlena. Kesendirian dan kemandirian membuatnya lupa. Beruntung ada peristiwa di bulan ke sepuluh, hingga hatinya tersadar dan mulai memenuhi kantong-kantong bekal sebanyak mungkin. Demi masa depan dan harap yang diajukan pada Nya
Begitu banyak pelajaran yang diambilnya dari sebuah perjalanan. Hidup ternyata tidak sesederhana pikirannya dan tidak serumit sangkaannya. Menatap langit malam dengan azzam di hati bahwa saat bekal ku tlah siap kuterima engkau dengan tangan terbuka. Sepenuh hati sepenuh jiwa Lillahi ta'ala.
Read More......
Sebuah berita lama yang tidak sengaja terlintas untuk diceritakan. Cerita ini membuatku bertanya dan menyadari bahwa terlarang mengatakan "tidak bisa" pada diri sendiri. Peristiwa ini terjadi sekitar 2 bulan yang lalu.
Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 14, aku mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupku yang memang tidak semua orang beranggapan hal itu penting. Aku memutuskan untuk membeli sebuah sepeda motor. Sepeda motor yang selama ini hanya berani ku naiki di kursi penumpang tanpa berani kukemudikan sendiri. Sepeda motor yang bagiku terlalu berat untuk ku bawa dengan badanku yang kecil dan kurus. Sepeda motor yang kuambil setelah mengorbankan keinginan papaku akan tokonya meski beliu ikhlas merelakannya demi melihat kemudahan yang akan ku jalani meski aku mencoba untuk membuatnya membatalkan keinginan melihatku menaiki sebuah sepeda motor. Tapi akhirnya kuambil juga sepeda motor tersebut setelah melalui berbagai kerumitan yang menguji kesabaran hingga terlintas dalam pikiranku bahwa tahun ini belumlah saatnya aku memiliki sebuah sepeda motor.
Sepeda motor ini kuambil tanpa memikirkan bagaimana kemungkinanku untuk mengendarainya karena terpatri dalam diriku bahwa aku tidak akan pernah mampu mengendarai sebuah sepeda motor yang berat.
Akhirnya tanpa kusadari sepenuhnya tanggal 14 hari itu aku resmi membawa sepeda motor baru yang aku sendiri kebingungan bagaimana mengendarainya agar sampai kerumah dengan selamat. Pertama, temanku bersedia mengantarku sampai ke rumah dengan sepeda motor tersebut. Kemudian sore harinya papaku mengajak ku pergi ke jalan raya agar aku segera lancar mengemudikannya. Sebuah ketidakmampuan yang aku ucapkan pada diriku dan orang-orang yang dulu menanyakan kemampuanku mengendarai sepeda motor ternyata hanya dalam 2 hari aku mampu mengendarainya seorang diri. Papaku dalam 2 hari berusaha agar aku bisa berhasil. Keinginannya membuka pintu keridhaan Allah SWT sehingga hatiku terbuka dan memiliki keberanian untuk melalui jalan-jalan penuh manusia lain dengan motor besinya masing-masing. Masih sering terlintas dalam pikiranku betapa kejadian ini sesuatu yang ajaib yang terjadi dalam hidupku. Mengingat betapa takutnya aku melalui jalan padat menggunakan sepeda motorku...sendiri...sendiri...sendiri...
Setiap jalan yang kulalui dengan kendaraan roda dua ku...tak hentinya syukur kuucap akan kemampuan yang diberikan padaku. Jangan pernah berkata "tidak bisa" baik pada diri sendiri maupun pada orang lain karena tak ada yang tahu kapan sebuah ilmu dikaruniakan pada kita. Selama masih ada keinginan untuk mempelajarinya...maka pasti bisa. Biasakannya mengucapkan "Saya Bisa" maka segala sesuatu pasti mampu dikerjakan. Tanpa melupakan syukur dan sujud.
Read More......
"Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskan pelampiasannya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari kehendaknya." (HR. Abu Dawud - At-Tirmidzi)
"Pemimpinku pemarah, aku tidak betah bekerja di tempat ini..!! Rasanya mau berhenti saja...!!! Ya Allah berilah tempat bekerja yang lebih baik dari di sini...!!!"
Itulah kalimat yang terlontar ketika seorang pimpinan meluapkan emosi negatifnya yaitu rasa marah. Akan lebih buruk lagi apabila luapan emosi tersebut ditampilkan dihadapan orang banyak.
Sebab-sebab "pimpinan ku" marah:
1. aku telah melakukan kesalahan
2. marah adalah karakter pimpinanku
Pimpinanku saat marah:- berteriak dihadapan ku dan orang banyak
- menggunakan tangan/jarinya untuk memukul-mukul meja dan menunjuk-nunjuk wajahku
- bertambah marah apabila aku mengajukan pembelaan diri bertambah marah dan semakin berteriak apabila ada orang lain yang bertanya padanya saat itu meski pertanyaan orang tersebut merupakan hal berbeda
- lupa bahwa aku juga manusia yang memiliki hati dan perasaan.
Perasaanku/sikapku saat dimarahi:
- sedih karena aku sadar aku telah melakukan kesalahan
- malu karena dimarahi, dimaki dan diteriaki dihadapan orang banyak
- benci karena pimpinanku tidak menghargai ku sebagai seorang manusia yang memiliki hati
- dendam karena aku telah dipermalukan didepan umum
- sakit hati karena dilempari kata-kata kasar oleh pimpinanku
- malas beraktifitas karena aku takut melakukan kesalahan yang membuatku dipermalukan didepan umum
- lari, aku ingin lari dari tempatku bekerja dan mencari tempat kerja lain yang lebih memberi ketenangan.
- aku berdo'a semoga pimpinanku segera digantikan oleh orang lain yang lebih berjiwa pimpinan lahir dan batin yang memahami dan menerapkan citra seorang pemimpin islam
- aku berharap suatu saat pimpinanku akan merasakan bagaimana rasanya dimarahi, dimaki dan diteriaki di depan umum
Jadi, tidak ada hal baik apabila seseorang meluapkan amarahnya terhadap seseorang dihadapan orang banyak meskipun orang yang dimarahi, dimaki dan diteriaki telah melakukan kesalahan.
Sikap yang baik apabila seorang pimpinan menemukan pegawainya melakukan kesalahan:
- Panggilah pegawai tersebut kesebuah ruangan tertutup dimana tidak ada orang lain selain pimpinan dan pegawai yang melakukan kesalahan.
- Berilah senyum saat pegawai tersebut masuk. Hal ini akan memberi sedikit ketenangan bagi si pegawai karena pegawai tersebut pasti merasa bahwa ia telah melakukan kesalahan meskipun seandainya kesalahan tersebut tidak disengaja.
- Tanyakan kabar pegawai tersebut. Dengan demikian ia akan merasa rileks dan lebih menghormati pimpinan
- Jelaskan maksud pimpinan memanggil yaitu dengan melakukan kroscek kebenaran atas kesalahan yang dilakukan oleh pegawai tersebut. Hal ini akan membuat pegawai yang melakukan kesalahan menjadi lebih jujur dan terbuka sehingga informasi yang ingin diketahui pimpinan menjadi lebih jelas
- Jelaskan bahwa pimpinan tidak marah akan kesalahan yang dilakukan pegawai tersebut dan sebutkan akibat yang timbul dari kesalahan yang dilakukan pegawai tersebut.
- Tekankan dengan bahasa yang halus agar pegawai tersebut berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya. Jika memang diperlukan berilah konsekuensi logis atas kesalahan yang telah dilakukan. Tentu saja dengan bahasa yang halus agar pegawai tersebut tidak merasa terpaksa menerima konsekuensi tersebut tapi karena menyadari konsekuensi tersebut pantas ia terima sebagai akibat dari kesalahannya.
- Ucapkan terimakasih dan jabatlah tangan si pegawai diakhir pembicaraan serta tidak lupa tersenyum.
Apabila semua pimpinan bersikap demikian ketika pegawainya melakukan kesalahan, maka hasilnya adalah :
- Para pekerjanya akan merasa betah dan aman bekerja di tempat tersebut. Tidak mudah terjadi pergantian personel.
- Para pekerjanya dapat melihat dengan lebih jelas letak kesalahan yang telah dilakukan dan termotivasi untuk berusaha tidak mengulangi dan memperbaiki kesalahan tersebut.
- Para pekerja tidak mengalami kematian dalam kreatifitas dan berusaha untuk memberikan yang terbaik tanpa pamrih
- Para pekerja memiliki rasa ikhlas dalam melakukan setiap pekerjaan
- Pimpinan dan bawahan memiliki rasa kekeluargaan dan kekompakan disela-sela rasa profesionalisme.
- Tujuan perusahaan mudah dicapai.
- Pimpinan dan bawahan sehat lahir batin karena marah, benci, dendam hanya membawa penyakit.
Beberapa orang berkata "Marahnya seorang pimpinan sewaktu-waktu diperlukan agar pekerjanya lebih menyadari letak kesalahan yang telah dilakukan atau pimpinan yang marah menunjukan wibawa sebagai seorang pemimpin".
Memang benar, tetapi tempatkanlah rasa marah tersebut di tempat yang tepat dan cara yang tepat agar memberi hasil yang tepat pula. Luapan rasa marah seorang pimpinan lebih cenderung menimbulkan ketakutan bukan penghormatan.
Perenungan:Rasulullah S.A.W memberikan contoh kepada kita tentang berlapang dada. Ia tidak panik menghadapi kekasaran seorang
Beliau tetap bersabar menghadapinya dan memberikan sikap yang ramah dan Lemah lembut. Pada saat itulah, Rasulullah S.A.W ingin menunjukkan kepada kita bahawa kesabaran dan berlapang dada itu lebih tinggi nilainya daripada harta benda. Adakalanya, Rasulullah S.A.W juga marah. Namun, marahnya itu tidak melampaui batas kemuliaannya. Itu pun ia lakukan bukan kerana masalah peribadi melainkan kerana untuk menjaga kehormatan agama Allah. Rasulullah S.A.W bersabda, "Memaki-maki orang muslim adalah fasik (dosa),dan memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam)." (HR.Bukhari) Sabdanya pula, "Bukanlah seorang mukmin yang suka mencela, pengutuk, kata-katanya keji dan kotor." (HR. Turmudzi).catatan: aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.
seiring waktu ku jalani hingga nafas ku terhenti
namun aku tak ingin menjadi orang yang baik seorang diri melainkan aku ingin semua orang menjadi baik.
aku berusaha menyadari setiap kesalahan yang telah kulakukan dan aku ingin orang lainpun dapat menjadi orang yang
mampu menyadari kesalahannya sendiri.
betapa indah dunia...betapa banyak senyum tercipta...hilang semua dengki di dada...
terimakasih wahai saudara...yang entah dimana engkau berada...sungguh aku merasa lebih lega...
Read More......
Brukk...!!! aku jatuh. Tiba-tiba aku terjatuh pada jalan yang ku lalui dengan kehati-hatian 100%. Sakit ternyata rasanya...Saking sakitnya, hampir dan ingin rasanya meneteskan refleksi kejadian itu dalam bentuk butiran-butiran bening. Tentu saja saat duniaku dalam keadaan kosong tanpa pendatang.
Mataku melakukan penginderaan sebagaimana fungsi ia diciptakan. Meneliti setiap bagian tubuhku. Mencari bagian-bagian yang terasa sakit akibat jatuh yang kualami. Sedetik..dua detik...satu menit..mataku tidak menemukan sesuatu yang berbeda pada tubuhku. Tak ada memar..tak ada lecet apalagi cairan merah yang keluar dari kulit putih pucatku. Tapi pusat kegiatan tubuhku meneriakan "sakit" diseluruh bagian-bagiannya. Sakit yang membuatku ingin meneteskan air mata. Sakit yang memberikan penyesalan atas jalan yang kupilih untuk dilalui yang ternyata memberi rasa sakit. Tak ada luka...jadi bagian mana yang terasa sakit. Yang diteriakan oleh otak ku.
Sejenak aku duduk dalam diamku. Diam dalam duniaku. Berjalan-jalan di padang rumput anganku nan hijau serta diantara bunga-bunga imajinasiku. Angin yang berhembus menerpa lembut kulitku. Sejuk dan hangat hadir dalam komposisi yang sempurna. Kaki ku berhenti dan menjatuhkan badanku di bawah sebatang pohon besar. Melindungiku dari hangat surya namun tak menghalangiku memandang sejauh-jauhnya. Ku sandarkan kepalaku dengan tangan di kedua sisi tubuhku. Mataku pelan mulai terpejam dengan hati terus menerawang.
Aaaahhhhh....teriakan yang kulontarkan sendiri membuat mataku terbuka. Kusadari betapa nyaring suara yang kuciptakan. Refleks tanganku memegang kepalaku. Meraba ke seluruh bagiannya. Dan dalam sepuluh detik tanganku langsung berpindah kedadaku. Sesak. Aku menemukannya...aku menemukannya...pikirku dan lisanku berlomba mengutarakan kalimat serupa. Ya...aku telah menemukan bagian yang sakit akibat jatuh yang kualami. Aku menemukannya dalam duniaku. Aku menemukannya setelah sesuatu menghantamku saat aku ada dalam duniaku sendiri. Pukulan itu menyakitkan dan menyadarkanku akan rasa sakit sebelumnya. Ternyata pikiran dan hatiku lah yang sakit. Yang membuatku menjeritkan kata "aduh" dengan samar. Dan pukulan yang kuterima saat aku berada dalam duniaku mengembalikanku pada kesadaran dengan emosi yang meluap. Aku menderita sakit...sakit karena aku telah kehilangan sesuatu yang begitu ingin kucapai. Kehilangan yang begitu berarti dalam hidupku. Akhirnya emosiku merambat dimana aku membuat sebab-sebab yang muncul tanpa kuinginkan, diluar rencanaku lah yang menyebabkan aku mengalami hal ini. Mengalami jatuh. Kepalaku semakin sakit dan dadaku begitu sesak ingin menumpahkan segala kekesalan.
Mengapa "sesuatu" itu datang sehingga merusak semua agendaku dan menyebabkan aku terjatuh dalam kehilangan akan sesuatu yang seharusnya bisa ku dapat...?! Selama beberapa menit aku berada dalam kekalutan. Ku abaikan suara dari sudut hatiku yang memintaku untuk tenang dan berpikir. Hingga suara itu begitu keras menegurku dan memaksa memenuhi setiap sel-sel otakku. Aku tersadar bahwa beberapa bulan ini sebuah bayangan menutupi mataku. Bayangan yang membuatku terlupa akan siapa aku dan bagaimana aku dalam menjalani hidup sebelumnya. Bayangan yang membuatku lupa bagaimana aku menempatkan sisi dunia dalam kehidupanku sebelumnya. Bayangan yang menutupi mataku hingga bebera Aku terlupa...
Sekian lama aku bergelut dalam hidup dengan sebuah bayangan yang menutupi mataku. Selama beberapa bulan ini betapa kuat aku berusaha untuk mengejar materi semata. Materi yang harus ku capai demi sebuah tujuan. Dan hal itu membuatku lupa akan diriku. Menjadikanku manusia yang dipenuhi keinginan dunia semata. Dan hari ini hanya dengan sedikit kesalahan kecil yang begitu mudah terjadi dan yang dahulunya merupakan hal biasa kualami ternyata sanggup membuatku begitu sakit. Padahal aku yang sebelumnya apabila mengalami hal ini tak pernah merasa sesakit ini dan bagiku hal itu adalah biasa karena memang seharusnya akan terjadi.
Seketika itu kusadari betapa aku tenggelam dan menenggelamkan diri dalam urusan dunia. Seluruh kepalaku berisi dengan dunia. Hatiku berisi dengan dunia. Tidak ada lagi keseimbangan pada diriku.
Segera kuhapus bayangan yang menutupi mataku dengan siraman air yang menyejukan wajah dan kulitku. Tak hilang dalam sekejap memang. Namun setidaknya aku menyadari bahwa aku harus kembali pada aku yang semula. Aku yang menganggap bahwa materi dunia bukanlah segalanya. Aku yang menganggap bahwa aku harus berusaha dan menyerahkan segala hasilnya pada pemilik keputusan akhir. Aku yang dapat menerima dengan lapang bahwa kehilangan sesuatu adalah hal lumrah dalam hidupku. Karena aku bukan pemilik dunia yang sebenarnya.
Tak ada yang salah pada pengunjung-pengunjung yang hadir pada dunia nyataku. Yang salah adalah bayangan yang tanpa sengaja kuciptakan hingga membuatku lupa akan aku yang sebenarnya...Beruntung aku masih memiliki suara kecil dalam hatiku yang meski kecil namun sanggup membuatku kembali pada nyata yang sebenar-benar nyata.
Read More......
Langit mengeluarkan tangisnya. Menumpahkan beban yang mengiringi perputarannya. Namun tangisnya bisa menjadi kebahagiaan bagi penghuni bumi dan juga kesedihan bagi mereka.
Aku pun ingin seperti langit saat ini. Menumpahkan sesak di dada. Mungkin ia akan sederas hujan saat ini. Pun seandainya hujan ini disertai kilat dan guntur. Akupun akan turut mengeluarkan teriakan kemarahan dan tatapan sebagaimana kilat menyambar saat hujan. Sesak ku melelahkan. Tapi langit melaksanakan tugasnya. Dan bumi pun melaksanakan tugasnya. Langit tidak menanggung tugas bumi sebagai tempat berpijak manusia. Sehingga tangisnya bukanlah tangis karena menyesali tugasnya.
Betapa berat menanggung tugas orang lain yang tanpa pemberitahuan. Betapa berat harus bertanggung jawab atas tugas orang lain tanpa pemberitahuan. Disaat pertanggung jawaban itu harus diberikan, sementara mereka si empunya tugas berada di depan mata dan tak mau tau apa-apa. Mengapa tugas itu tak diambil kembali saat pelaku utama telah kembali. Sungguh tak adil harus membuat sequel cerita bersambung sementara kita hanya mengetahui ending yang hanya tayang selama 30 detik.
Cerita nyata yang telah terjadi tak dapat diputar ulang. Hidup manusia bukan sinetron televisi atau sebuah DVD.
Meski ingin kutumpahkan tetesan air di wajahku, sisi realistisku menahannya melalui sebuah bendungan besar nan kokoh. Egoku tak ingin menyerah meski nurani terasa lelah. Lelah akan perubahan yang ingin kutampilkan tanpa perubahan yang ingin kusaksikan. Tak seperti mata uang yang memiliki dua sisi. Apa yang kualami ini hanyalah sebuah cermin tanpa pantulan. Cahaya tanpa matahari, bumi tanpa langit. Menanggung tanggung jawab orang lain sementara dia melenggang di depan mata melepas pekerjaannya yang tidaklah selesai.
Tiada inginku tuk tumpah kan isi jiwaku padanya. Hanya sebatas percakapan biasa dengan kalimat biasa dan situasi yang benar-benar biasa. Tidak ada lagi segala macam bentuk emosi yang ingin kutampilkan meski ia menjulang di pelupuk mataku. Bagiku kau adalah orang asing yang tidak memiliki daya tarik untuk dikenal.
Read More......
Karakter manusia, bisakah dirubah. Katanya kepribadian hanyalah "topeng" atas prilaku sebagai refleksi penyesuaian diri dengan lingkungan. Berarti kepribadian dapat berubah. Perubahan dapat ke arah baik atau tidak baik. Sementara karekter...seseorang berkata bahwa karakter merupakan sesuatu yang melekat pada diri sehingga sulit berubah. Tapi seiring berjalannya waktu dan munculnya kesadaran maka karakter dapat dikendalikan secara sadar. Hanya saja mata cenderung enggan untuk melihat karakter diri pribadi. Akibatnya karakter yang jelek setia mengirini setiap ayunan kaki meniti hari. Perlu orang lain untuk mengingatkan...?! Jangan terlalu berharap..!!! Tidak selamanya kebiasaan menggantungkan harapan pada orang lain berdampak efektif pada diri pribadi mengingat tadi bahwa kita sulit untuk membuka mata sekedar untuk memahami karakter sendiri. Apakah kriktik atau informasi yang berupa peringatan yang disampaikan orang lain akan kejelekan karakter diri akan dengan mudah kita terima terlebih dengan lapang ada...?! Belum tentu. Siapa tahu karakter tersebut yang merupakan sumber masalah kita. Terkadang kita menuntut perubahan atas seseorang sementara kita tidak bercermin hal apakah yang harus dirubah dalam diri kita. Menjatuhkan tuduhan bahwa seseorang memiliki karakter yang tidak baik tetapi enggan melihat bahwa ternyata karakter kita sendiri perlu dirubah.
Perbedaan karakter seseorang memberi banyak pengaruh dalam kehidupan sosialisasi. Misalnya dalam situasai rekan kerja yang memerlukan adanya kerjasama dan keterbukaan tugas individu, karakter seseorang dapat memberi pengaruh baik dan jelek. Yang perlu digaris merah adalah akibat jelek yang timbul karena adanya karakter tidak baik yang tersimpan pada diri dan teraplikasi dalam kegiatan sehari-hari.
Sepasang rekan kerja yang SEHARUSNYA saling memberi informasi penting terkait pekerjaan tenyata tidak dapat menjalankan tugas dengan baik karena disebabkan perbedaan karakter ini. Pekerja A menuntut dan mengharap perubahan yang terjadi pada pekerja B. Sementara pekerja B merasa bahwa pekerja A yang harus berubah sehingga pekerja B dapat membuat penyesuaian. Dalam perjalanan pekerja B mencoba untuk melakukan penyesuaian dengan karekter pekerja A. Dalam hal ini pekerja B telah melakukan pembentukan "kepribadian". Namun kepribadian hanyalah sebuah "topeng" perilaku yang dapat berubah sesuai dengan ekosistem yang ada. Ternyata setelah beberapa hari menampilkan kepribadian setelah sebelumnya menjalani perang karakter dengan pekerja A, ternyata permasalahan kembali terjadi yang dilakukan oleh pekerja A. Dalam hal ini faktor permasalah yang ditimbulkan oleh pekerja A adalah murni karena memang seperti itulah karakter pekerja A. Sementara pekerja B merasa jengkel dan kecewa atas berulangnya kesalahan yang dilakukan oleh pekerja A tanpa penjelasan. Perasaan jengkel dan kecewa ini membuat pekerja B kembali pada perilaku semula. Artinya kepribadian pekerja B telah lepas karena kepribadian tersebut adalah hasil bentukan atas karakter pekerja A dan pekerja B memunculkan karakter dirinya. Dengan demikian karakter seseorang akan terus ada dalam diri dan akan muncul sewaktu-waktu entah dalam porsi yang utuh atau sebagian.
Catatan:
- Ingat..jangan pernah meminta perubahan dalam diri seseorang sebelum menanyakan pada diri sendiri apa yang harus dirubah dalam diri pribadi.
- Jangan dulu meminta perubahan pada diri seseorang sebelum 100% yakin telah menjalankan point 1 dan menemukan serta memahami karakter pribadi.
- Jangan meminta perubahan pada diri seseorang sebelum melakukan perubahan pada diri sendiri.
- Jangan pernah memfokuskan pemikiran akan karakter orang lain tapi fokuslah pada karakter diri yang perlu dan harus segera dikendalikan atau bahkan dirubah.
- Lupakan menanyakan kesalahan diri pada orang lain tapi ingatlah kesalahan itu secara sadar dan lakukan tindakan.
- Kuasai duniamu sendiri sebelum membuka pintu menuju dunia orang lain.
- Bentuklah banyak kepribadian sehingga dapat mengatasi karakter di beberbagai ekosistem.
Read More......
Lama juga tidak "curhat". Bagiku blog adalah tempat "curhat" entah sedih entah senang. Kebanyakan sih yang sedih.
Setelah sekian lama juga tidak curhat, entah berapa cerita yang ingin diurai di sini. Ok lets start.
Sebulan yang lalu, aku mengetahui kenyataan yang pahit dari seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Sekedar informasi, yang kumaksud dengan seseorang yang berarti adalah salah satu keluargaku. Kenyataan itu membuatku tak lagi mampu berkata-kata padanya. Membisu. Itulah yang kujalani selama sebulan ini. Setelah sebelumnya ia sempat meninggalkanku seminggu penuh tanpa berita. Kami serumah tapi terpisah jauh. Kebahagian yang ingin kami cari berbeda. Ia memilih mencari kebahagian di luar sementara aku menginginkan kebahagian di dalam. Tak ada kata sepakat. Yang tercipta adalah jurang. Buntutnya aku harus merelakan kakiku untuk mendaki (dalam arti sebenarnya) menyusuri jalan-jalan yang biasa kulalui dengan ban. Capek. But I try to survive. Sebulan sudah berlangsung. Belum lagi masalah di tempatku mencari rezeki. Ah...capek hingga aku sempat memutuskan untuk berhenti. Tapi pimpinanku bersedia membantuku untuk mencapai keinginanku. Mereka menitipkan beban yang begitu besar yang aku sendiri ragu untuk dapat menjalaninya. Shock..aku sangat shock. Hingga hari ini belum ada keputusan yang kuterima mengenai pengajuanku.
Masalah lain..aku harus memenuhi keperluan yang mendesak ditengah-tengah masalahku yang sudah menumpuk. Ku coba untuk memenuhinya sebisaku.
Yang berikutnya adalah...BANJIR..beberapa hari yang lalu kota tempatku tinggal kebanjiran. Banjir musiman. Menyebabkan aku tidak mendapat angkot untuk pergi ke tempat kerjaku. Yah..terpakasa nebeng. Ga enak juga nebeng. Di tambah sudah sebulan ini aku harus pergi pagi-pagi buta biar bisa on time. Untung tempat kerjaku menetapkan libur setelah beberapa hari libur. Aku yang menengahi rapat libur tersebut serta menandatangi suratnya. Sayangnya kau lupa menginfokan pada pimpinanku. Tapi bukan masalah besar sih. Yang justru membuatku jengkel adalah kejadian yang baru saja terjadi, buntut dari keputusan tersebut. Salah satu keluarga yang terdaftar sebagai konsumen tempatku bekerja sekaligus mantan ketua bidang tempatku bekerja mempertanyakan alasan meliburkan tersebut. Setelah dijelaskan malah jadinya perang sms. Benar-benar menjengkelkan. Jadi hpnya kumatikan.
Begitulah...tidak ada hal yang istimewa. Biasa-biasa saja karena aku memang manusia biasa-biasa saja. O iya lupa..dalam bulan ini aku juga menghabiskan 4 buah novel, 2 buah komik dan banyak seri kartun. Untuk pekerjaan aku sedang menyusun modul, soal dan analisis soal. Kembali lagi..biasa-biasa saja.
Read More......
Setiap manusia selalu dihadapkan pada pilihan. Entah dua, tiga atau sekian banyak pilihan yang cukup membingungkan untuk diambil. Pilihan terkadang membuat bingung. Bagi sebagian tempat yang mereka pilih untuk kita adalah baik sementara pilihan kita sendiri menurut kita adalah baik. Oke, kita coba gambling mengingat mereka adalah mayoritas dan suara kita minoritas meski segala kelemahan, kekurangan dan ketidaksiapan serta ketidak mampuan yang menimbulkan keraguan telah pula diungkapkan. Berkeras dan berkeraslah karena suara mayoritas dan demi sebuah permintaan pertolongan dari seseorang yang layak dihormati.
Seiring perjalanan, ternyata sedikit sekali kebaikan yang kita lakukan dibanding keburukan yang secara langsung maupun tidak langsung dilakukan pada tempat yang menurut suara mayoritas adalah tempat terbaik untuk kita. Apa langkah selanjutnya..?! komunikasi...?! pun telah dilakukan dan hasilnya tidak memberi perubahan berarti. Begitu rasa telah memuncak dan selagi kesadaran masih terdapat dalam diri, terucaplah keinginan awal yaitu mundur dan mencoba memutar kemudi menuju pilihan kita yang diyakini baik dan ditolak suara mayoritas. Namun sayang, penolakan dari suara mayoritas terus berlangsung dan keadaan membuat diri terpojok sementara kita hanya menginginkan sedikit kebaikan yang mungkin kita ciptakan namun sepanjang waktu dibanding keburukan yang terus berulang. Bermacam ungkapan dari suara mayoritas berdatangan mencoba untuk membelokan jalan yang telah kupatri dan ingin kudapatkan karena mengharap ketenangan lahir dan batinku. Bagiku pilihan ini adalah jalanku untuk menghalangi diri dari hal buruk yang meracuni jiwaku. Sayang, bagi suara mayoritas keinginanku hanyalah sebutir pasir di lautan sementara keinginan suara mayoritas adalah gunung himalaya. Dan gunung himalaya itu dititipkan pada sebutir benih yang baru mencoba untuk tumbuh dan mencoba untuk mempelajari rumput di sekitar, bukan terjalnya jalan menuju puncak gunung.
Tolong jangan matikan aku dengan teriakan mayoritas kalian. I NEED SPACE TO BREATH..!!
Semakin nyaring suara mayoritas meneriakan keinginan mereka, semakin tidak ada ruang untuk bergerak. Suara mayoritas mengurung setiap celah untuk bernafas. Mematikan hasrat hati untuk tumbuh dan berkembang. Hanya kelelahan yang terasa dan layu di tempat ia tumbuh dan berusaha tumbuh. Jawablah kalian para suara mayoritas..kepada jiwa inikah kalian berkeras untuk menitipkan gunung tempat kalian berpijak dan orang-orang disekeliling kalian untuk berpijak.
Read More......
Pada hari Selasa7 April 2009 telah kuungkapkan isi hati ku pada pemimpinku. Hari itu aku menyatakan keinginanku yang sebelumnya telah kunyatakan saat keputusan yang tidak ingin kuterima diungkapkan.Aku ingin mundur dari posisiku yang sekarang. Ketidaknyamanan yang semakin kurasakan sangat menggangguku. Atmosfer team work yang sebelumnya memberi kenyamanan batin meski ragaku remuk redam tidak dapat lagi kurasakan. Target kerja dan pandangan akan sesuatu yang lebih baik yang dulu begitu sering kurasakan, kini tidak lagi terjadi dalam diriku. Tentu saja hal ini disebabkan karena kerjasama yang membuatku dapat lebih kreatif tidak terjadi dalam posisiku sekarang. Aku lelah mencoba membuatnya mengerti cara kerjaku. Hingga akhirnya aku berhenti dan menjalani pekerjaan sebagaimana yang kepala bagianku inginkan. Namun akhirnya aku tak sanggup bertahan. Aku tidak lagi bisa menahan emosiku ataupun menerima cara kerja yang dia lakukan. Aku mundur dan aku memilih untuk mengungkapkan keinginanku untuk mundur pada pimpinanku. "Tolong saya untuk kembali keposisi sebelumnya meskipun posisi itu berarti lebih rendah dari posisi saya sekarang namun posisi itu membuat saya nyaman". Kalimat itu kembali kuungkapkan disertai dengan perasaan yang kumiliki pada suasana kerjaku sekarang. Meski belum jelas sebagai apa nantinya aku dikembalikan, setidaknya aku merasa diterima, didengar, dan dimengerti oleh pimpinan tertinggiku. Beliau tidak menampilkan bahwa aku adalah pegawai dibawahnya. Sungguh berbeda dengan kepala bagianku yang entah mengapa membuatku merasa sebagai pegawai rendah yang bertungas sebagai pembantu bukan sebagai rekan kerja. Aku tidak memerlukan pimpinan. Yang kuperlukan adalah rekan kerja yang dapat membuatku mencari,menemukan dan membuat jalan yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi sungguh sayang, setiap kata, gerak dan kegiatan yang kepala bagianku lakukan membuatku merasa sebagai "pembantu" yang hanya diperlukan ketika pimpinan tertinggi memberikan masalah gawat darurat yang dapat membuat kepalanya terpenggal sementara informasi lain sama sekali tidak kudapat. Bagaimana kalian mengharapkan sesuatu yang baik dapat kulakukan apabila informasi tidak diberikan kepadaku?!Bagaimana aku harus mencari informasi itu apabila aku tidak tau permasalahan yang terjadi?!
Maaf saja. Apapun yang terjadi aku memilih mundur dari posisi ini. Lebih baik aku berada di posisi semula tapi aku bisa melakukan banyak hal yang membuatku merasa berarti daripada posisi tinggi yang membuatku dikekang. Sebegitu takutnya kah dia akan hal baik yang dapat kulakukan sehingga menyimpan informasi yang seharusnya aku tahu..?! Luar biasa!!!.
Read More......

Menulis tidak semudah yang kubayangkan. Maksud hati ingin menulis sesuatu yang berarti dan penuh arti dengan bahasa yang penuh makna diri, namun semakin dipikir ternyata susah sekali. Aku tak pandai berpuisi. Apalagi bersastra. Hanya sekedar menumpahkan isi hati yang lebih banyak gundah gulana pun perlu usaha yang keras. Begitu pula dengan kebahagian yang ingin kutuliskan agar menjadi sebuah kenangan saat aku sendiri menatap rembulan. Susah dan susah. Lebih banyak kebekuan dan kebisuan yang menjadi selubung inspirasi. Terlebih berada di ruang kotak yang menghalangi kepalaku untuk terbang dan menemukan hal-hal yang membuatku bahagia. Aneh memang..mungkin bagi sebagian besar manusia yang berpijak di bumi ini..kursi atas merupakan tempat yang memungkinkan mereka untuk menciptakan berbagai keajaiban. Namun bagiku keajaiban, kebahagian dalam hidup lebih menyenangkan ketika hanya beralaskan tanah lapang yang dipenuhi rumput hijau. Membuatku merasa bebas untuk menumbuhkan segala macam jenis bunga dan pepohonan yang memberi makna bagi masing-masing makhluk hidup. Semakin lama berada di singgasana langit membuatku kehilangan udara untuk dihirup, air untuk diminum serta keinginan untuk menanam. Ingin kembali. Ke duniaku yang hanya milikku. Taman impianku. Taman bunga yang ingin kutumbuhkan. Rerumputan yang hijau sejauh mataku memandang. Udara dingin dan tetesan embun yang menyejukan hatiku. Tawa dan canda angin yang selalu menyampaikan berita bahagia di setiap waktuku. Meski lelah raga membangun taman impianku, batinku terasa lebih bahagia. Dibandingkan ruang kotak, singgasana atas yang menjadikan ku seorang zombie yang tak mampu berpikir terlebih mencipta meski raga tiada terasa lelah namun hati kering tanpa tetesan hujan
Read More......

Waktuku tak banyak. Hidupku entah berapa lama. Begitu banyak hal ingin kuperbuat. Terhalang oleh segala peristiwa yang tak yakin dapat kuterima. Begitu mudah sebuah jalan dihadang. Menutup segala kemungkinan yang membayang.
Jika nafasku separuh perjalanan, bersediakah kepala-kepala mengangguk demi sebuah keinginan yang belum kuselesaikan. Mengapa hanya mengapa permohonan akan pengertian yang selalu hinggap sementara ku harus mengalah akan sebuah pengertian yang menyesakan. Mengambil seluruh keinginanku untuk mencipta. Menutup segala jalan kerja pusat sarafku.
Bila kejenuhan merajalela. Kakiku begitu kuat untuk menjauh. Bibir begitu kuat untuk menutup. Telingapun lelah mendengar. Matapun enggan melirik.
Kejenuhan menunggu untuk dimengerti dan dipahami untuk sebuah keinginan sederhana.
Read More......

Ribuan tetes air membasahi tempatku berpijak. Kebekuan yang tercipta menengadahkan kepala akan suatu tanya. Meski ribuan neuron di kepala mencoba untuk membuat koneksi atas tanya yang ada. Hanya sunyi dan lubang tanpa gema yang tercipta.
Menanti jalan yang membawa pada padang ilalang. Sungguh berkali-kali sunyi yang terasa.
Waktu tersia. Raga tanpa jiwa. Hati entah kemana. Meski kaki mengayun. Tiada tanya kemana angin membawa. Hingga menghembus tuk terakhir kalinya.
Akankah mata-mata itu mencari..?!
Akankah suara-suara itu bertanya..?!
Akankah tangan-tangan itu terulur..?!
Akankah mereka hadir..?!
Bersama tak hanya pada padang ilalang.
Bersama tak hanya dibawah ribuan tetes air.
Bersama dalam senyum tanpa akhir.
Read More......
Bread. With chocolate in it. Delicios. But not all part in that bread contain chocolate. There must be part of that bread empty means no chocolate.
When I eat chocolate bread I always eat the empty part first. It's not delicios. Cause only bread without taste. Ending my eat ritual, i eat middle of my bread. Full with chocolate. Sweet. Very sweet.
Now I see. My way for eat my bread, is identic about my life way. Unsweet thing, happen in my life. One by one. The different is I still not get the sweetest life just like when I eat the middle of my bread. Sometime I'm thingking and wish that soon I will have it. The sweetest thing in my life.
Read More......

Drowning"
Don't pretend you're sorry
I know you're not
You know you got the power
To make me weak inside
Girl you leave me breathless
But it's okay 'cause
You are my survival
Now hear me say
I can't imagine life
Without your love
Even forever don't seem
Like long enough
'Cause everytime I breathe
I take you in
And my heart beats again
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Everytime I try to rise above
I'm swept away by love
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Maybe I'm a drifter
Maybe not
'Cause I have known the safety
Of floating freely
In your arms
I don't need another lifeline
It's not for me
'Cause only you can save me
Oh can't you see
I can't imagine life
Without your love
And even forever don't seem
Like long enough
'Cause everytime I breathe
I take you in
And my heart beats again
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Everytime I try to rise above
I'm swept away by love
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Go on and pull me under
Cover me with dreams, yeah
Love me mouth to mouth now
You know I can't resist
'Cause you're the air
That I breathe
'Cause everytime I breathe
I take you in
And my heart beats again
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Everytime I try to rise above
I'm swept away by love
And baby I can't help it
You keep me
Drowning your love
Baby I can't help it
Keep me drowning
In your love
I keep drowning
In your love
Baby I can't help it
Can't help it no, no
'Cause everytime I breathe
I take you in
And my heart beats again
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Everytime I try to rise above
I'm swept away by love
Baby I can't help it
You keep me
Drowning in your love
Read More......

Look at me
You may think you see
Who I really am
But you'll never know me
Every day
It's as if I play a part
Now I see
If I wear a mask
I can fool the world
But I cannot fool my heart.
Who is that girl I see
Staring straight back at me?
When will my reflection show
Who I am inside?
I am now
In a world where I
Have to hide my heart
And what I believe in
But somehow
I will show the world
What's inside my heart
And be loved for who I am
Who is that girl I see
Staring straight back at me?
Why is my reflection
Someone I don't know?
Must I pretend that I'm
Someone else for all time?
When will my reflection show
Who I am inside?
There's a heart that must be
Free to fly
That burns with a need to know
The reason why
Why must we all conceal
What we think, how I fell?
Must there be a secret me
I'm forced to hide?
I won't pretend that I'm
Someone else for all time
When will my reflection show
Who I am inside?
When will my reflection show
Who I am inside?
Read More......
Dearest My Y. Brother.
I call you Y.B, cause your my youngest brother.
YB. I thought you know me and I thought I know you. I thought we more closed than any our family members. But now I know..we are stranger each other. I thought than we can build our family but now I know I'm standing on the cloud. YB, now you live me alone. Eventhought you stay with me but you never with me. I'm sure that you won't waste your time and soon you'll step away. I wanna talk with you..share with you. But you don't wanna listen. You rejject me and all I wish to you meanwhile it only a simple wish. If you my last hope more choose other life..tell me who I have now..??!!
Read More......
My Dearest Father
Please forgive me for all bad things I did to you and make you hurt. Thank you for all love and happines that you've been given to me.
I want say this direct to you. But I can't speak my heart word to you. My father...eventhought we are not a complete family I belive that we could live more better that every family in this world. But now I know..it's just my bulshitt dream. Because now I don't see or have nothing. We are sepereate just like dust in the wind blow. But wich one more better...?! Because I'm alone now. I don't have someone for share what I feel. Meanwhile the others...they gone when they got someone else. And that someone is not our family but they more importan for them. How about me...?! should I blame someone...?! I only wanna live in a family..as a family and happy or sad with it. But I don't get it. Is it wrong..or it's to difficult..?!
My Father..we waste lot of time. We never talk as a family. We don't need each other. No one try to build our family meanwile I need my family. When they down, they ask "why no help for me..?!" But when they happy, they gone and won't listen.
My father..I'm tired now. No one need me. No one want me. No one care me. No one listen to me. No one talk to me.
My father.. I've been thinking. Maybe become crazy is more good for me. Or lossing my memory could make me a better person.
My father..I love you with whole my heart. I don't wanna make you sad. But I'm tired. I'm empty now.
Read More......
A girl ask me manything that been happen in her life.
She asked.."please tell me..what thing can be more worse than me...??!! You know..??!! when I still a little girl my parents got devorce..I can accept that. I must live only with my mother..I can accept that. And than my mother go to a very far place and live me with my father...I can accept that. I thought..at least I still have father, brothers and sister. Even it's not complet for I said that I have "family". Next..my parent got married with someone else...I can accept that. After married, my mother gone for along time, no contact..I can accept that. People surround me looked me as a very poor, hopless girl...I can accept that. And my parents got devorce again...I can accept that.
For very long time until I grow up..I always try to accept those thing. Pretend that's nothing happened and go as wind blow. But I know deep inside my heart..it's only my ways to fool my world. I confesed my self that I won't be blame them for what might be happen to me. I try to make me trust my self that I'm stronger that everyone else in this world. That I won't down. That I won't let anyone hurt me. When I was in college, I found one of my family live in freesex way. She married without tell anyone in her family. In the end I saw her do that "thing" and make me very discuss. Twice..I found her twice. It's broke my heart and make me very down. I can't accept that...I can not. I almost died that time. But I still have one brother who make me spirit and hope. I through the day in religius way with him. Even the tragedi before still hunted my life. But I'm stronger. I tell that over and over time to my self.
Don't know why..everything change..including my brother...He found someone that he believe that he loved. But it's make him become stranger for me. He never speak with me again. I know that he know that I won't like if I know he have someone. I tell him and become and silent so he know that I know and I mad with him and with that reliationship. But he keep go on. He don't care with me again. More worse that girl is not moslem. I feel that I'm in the very darkest place. One by one..people I know and I hope can live in islam gone. I don't have anyone for share now. I fell that I'm fictive person. It's not me...I don't know where am I. This fictive person take control me..I always pretend that nothing happen with me. Sometime when I wake up..I hope that I lost my memory and forgot every people I know. I wanna run as far I can so they won't see me but I still can see them for knowing is they have feeling that I had been ever life in they life..?! is they have think that I'm important family members or I just like coin 5 rupiah..?? no value. Is they need me just like how I need them as my family..?! or I just unworthed person for them..??
Thing I sure about me now that I got confused but I don't know what thing make me feel that.
I wanna run, hide, forgot, lose my memory, rest for ever. I fell suck but I don't know am I feel suck with my activities, my tragedy or my entire life..?! Is what I'm now is my real I am or just a shadow or unexist person..?!"
Well, that's that girl story that she been told or asked with me. I don't have word to say. I can say that she is very weakness person but I don't know what I when I'm in her position.
Thank you...hope
Read More......

Selesai baca novel Dan Brown yang ini, jadi ketagihan buat baca semua novel karya Dan Brown yang lain. Kalo Da Vinci Code sih liat filmnya aja sudah bikin jantung deg-degan.
Deception Point tak kalah luar biasa. Cerita awal masih slowly dan tenang-tenang aja bacanya. Mau masuk ke bagian pertengahan, benar-benar berat banget buat menutup novel tersebut meski hanya sekedar untuk mengambil segelas minuman. Dan Brown dengan sangat cerdiknya berhasil mempermainkan emosi pembaca melalui Deception Point. Sebuah novel yang tidak hanya berisi cerita tetapi juga menyajikan kecerdasan dalam setiap point-pointnya. Pembaca tidak akan menyangka ending dari novel ini. Benar-benar "SMART".
Deception Point yang bercerita mengenai sebuah kebohongan besar yang diciptakan oleh satu lembaga Amerika Serikat yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa orang-orang yang secara tidak sengaja menemukan petunjuk-petunjuk yang mengarah pada kebohongan tersebut. Ditambah dengan persaingan politik yang penuh intrik.
Bagi yang menginginkan sebuah novel yang cerdas..cobalah baca Deception Point dan novel karya Dan Brown lainnya. Buat saya pribadi Deception Point menempati urutan ke 2 dari karya Dan Brown yang pernah saya baca.
Read More......
Semakin maraknya kekerasan di dunia pendidikan tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Guru maupun siswa perlu merubah konsep yang selama ini tertanam dalam diri mereka bahwa kekerasan apapun bentuknya bukan lagi hal sepele yang dianggap biasa. Perlu diketahui bahwa akibat dari kekerasan yang dialami seseorang bukan hanya dari segi fisik, tapi juga dari segi emosi, seksual serta pengabaian.
Tipe-tipe kekerasan:
- Fisik: seseorang mengalami kekerasan secara fisik apabila pada terdapat memar-memar pada tubuh yang sulit dijelaskan serta menampilkan perilaku berbeda di sekolah dan dirumah bahkan melakukan tindakan upaya bunuh diri. Kekerasan fisik dapat berupa pemukulan
- Emosi: kekerasan dalam hal emosi ditandai dengan perilaku tertutup, tidak sabaran bahkan upaya bunuh diri dan anak mengalami gangguan komunikasi. Kekerasan dalam hal emosi dapat berupa penghinaan, kata-kata kasar
- Seksual: anak dikategorikan mengalami kekerasan seksual apabila menampilkan tanda-tanda kesulitan berjalan dan duduk, memar, bengkak di area kemaluan, darah pada pakaian dalam dan cenderung menutup diri, menghindari kontak fisik, depresi, memiliki kemajuan dalam hal pengetahuan seksual atau bahkan bersedia melakukan hubungan seksual dengan siapa saja. Kekerasan seksual dapat berupa perkosaan.
- Pengabaian:anak dikategorikan telah mengalami kekerasan berupa pengabaian apabila ia tidak diperhatikan oleh lingkungan sekitarnya terutama orang tuanya. Anak yang mengalami kekerasan ini dapat dilihat apabila anak kelaparan secara terus menerus, tidak memperhatikan kebersihan diri,berat badan dibawah normal, mencuri,sering terlambat dll. Contoh kekerasan berupa pengabaian adalah menyerahkan tanggung jawab orang dewasa pada anak kecil.
Secara umum kekerasan diawali dengan perlakuan kekerasan berupa tipe-tipe di atas yang dapat menyebabkan anak sakit hati, terhina, stress, marah sehingga ia tidak mampu mentolerir hal tersebut dan kehilangan kendali atas dirinya untuk kemudian menampilkan perilaku kekerasan terhadap orang lain seperti menyakiti orang lain sebagaimana ia disakiti atau menyakiti dirinya sendiri.
Dalam dunia pendidikan, guru harus jeli untuk memilih kata-kata serta menampilkan sikap terhadap segala macam bentuk perilaku siswa. Ungkapkan pendapat secara jujur dan dengarkan serta beri perhatian positif pada anak sebagai bentuk penghargaan bagi anak. Hal ini disebabkan pada usia anak-anak merupakan saat bagi anak-anak untuk mencontoh segala macam bentuk aktivitas yang tertangkap oleh indranya. Guru memaki maka anak akan memiliki kosakata yang dapat digunakan untuk melampiaskan rasa marahnya. Selain itu guru juga harus jeli untuk melihat tanda-tanda ataupun perilaku kekerasan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa. Temukan solusi permasalahan yang dialami siswa. Hilangkan pola pikir bahwa sesuatu perilaku siswa yang meyimpang meskipun sepele dianggap hal biasa hanya karena mereka masih anak-anak. Tapi bantu anak untuk menemukan penyelesaian atas hal tersebut. Ingat bantu menyelesaikan dan bukan menyelesaikan.
Permasalahannya adalah akar pokok terjadinya seseorang melakukan kekerasan pada orang lain yang terus berlanjut menjadi rantai yang tak pernah putus..?!
Coba sejenak kita lakukan Flashback ke masa lampau saat Rasulullah SAW masih hidup. Meskipun sepanjang perjalanan hidup Rasulullah SWA selalu mengalami kekerasan dari orang-orang yang membenci beliau, selalu ditanggapi dengan hati yang lembut. Hal ini disebabkan karena kekerasan apabila tidak disikapi dengan hati yang lembut hanya akan menyebabkan pewarisan kekerasan pada orang lain. Pertanyaannya mengapa Rasulullah SAW mampu bersikap lembut terhadap segala bentuk kekerasan yang dialami beliau...?! Jawabnya karena Rasulullah berpegang pada ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur'an. Segala macam aktivitas yang dilakukan, berdasarkan pada Al-Qur'an. Begitu pula ketika Rasulullah memberikan pendidikan kepada umat Islam. Pendidikan yang diberikan adalah pendidikan yang mengambil dasar dari Al-Qur'an. Kurikulum Al-Qur'an. Sehingga peserta didik mendapat pengetahuan bagi jasmani dan rohani mereka. Berbeda dengan pendidikan di Indonesia pada saat ini. Dimana pengetahuan eksak yang harus dikuasai siswa jarang atau bahkan sama sekali tidak bersumber pada Al-Qur'an dan Hadist. Akibatnya siswa hanya menganggap ilmu hanya sekedar ilmu yang harus mereka pelajari tanpa mengetahui apalagi memahami makna ilmu tersebut. Ambil contoh siswa belajar alam semesta. Guru mengajarkan materi alam semesta tanpa menanamkan siapa pencipta alam semesta, bagaimana alam semesta ini tercipta serta apa yang akan terjadi pada alam semesta ini?. Guru hanya menggunakan teori-teori tentang alam semesta menurut pendapat manusia sedangkan penciptaan alam semesta oleh Allah SWT yang Maha Tunggal tidak disebutkan. Akibatnya siswa tidak memiliki rasa syukur ataupun penghambaan pada Allah SWT yang dapat mengarahkannya pada perilaku menyimpang termasuk kekerasan pada orang lain atau dirinya. Apabila sebuah lembaga pendidikan menginginkan siswa-siswinya tidak hanya memiliki kemantapan fisik namun juga kemantapan psikis maka mulailah menentukan kurikulum yang bersumber pada Al-Qur'an dan Hadist dan membuang konsep bahwa pemahaman agama hanya dipelajari pada mata pelajaran agama semata.
Permasalahan selanjutnya yang akan timbul apabila suatu sekolah menetapkan kurikulum independen yang berdasarkan pada Al-Qur'an dan Hadist adalah target diknas. Untuk memahamkan siswa tidak hanya dari kemampuan pengetahuan eksak tetapi juga kemampuan agama dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan waktu yang tidak sedikit sementara Diknas memiliki target pembelajaran yang harus dicapai. Pelaku pendidikan serta orang tua wajib mempertimbangkan apakah mereka ingin siswa-siswi/putra-putrinya memiliki kemampuan yang outstanding dari segi pengetahuan eksak tanpa dibarengi penghayatan agama dalam yang sangat baik yang dapat menjadikan mereka sebagai pelaku kekerasan ataukah kemampuan outstanding dari segi pengetahuan eksak plus kematangan psikis agamis dalam setiap kegiatannya dengan catatan melalui waktu yang lebih lama dalam proses studi formalnya namun waktu yang lebih lama pula dampak positifnya.
Selanjutnya, dilema lain yang timbul atas keinginan kembali pada Al-Qur'an dan Hadist demi mencegah kekerasan yang timbul pada kehidupan siswa adalah biaya. Saat ini telah banyak tumbuh sekolah-sekolah yang berbasis agama yang tidak hanya menawarkan kecakapan pengetahuan murni tapi juga kecakapan agama. Permasalahannya adalah untuk mendapatkan paket tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit. Lalu bagaimana nasib sekolah-sekolah negeri.
Untuk itu perlu dilakukan pembicaraan serius mengenai kurikulum oleh pemimpin diknas dengan ulama-ulama pemerhati pendidikan sehingga dapat dibuat kurikulum yang sesuai yang mengutamakan pemahaman agama.
Read More......

Lafaz Cinta. Boleh di bilang sebuah novel islami romantis namun tidak melulu menampilkan cerita-cerita tanpa makna. Lafaz Cinta menceritakan perjalanan seorang wanita muda dalam menemukan cinta sejati. Seyla, tokoh utama cerita ini dikisahkan mengalami kekecewaan terhadap seorang pemuda yang selama ini telah menjadi tunangannya. Kenyataan bahwa pemuda itu memutuskan pertunangan dengannya terjadi setelah Seyla kembali dari Ibadah Umroh dan setelah ia memohon yang terbaik bagi dirinya seperti anjuran ibunya. Allah SWT Maha Mengetahui yang terbaik bagi setiap hambanya. Hingga akhirnya Seyla memutuskan untuk hijrah ke Belanda. Ternyata di Belanda Seyla berada dalam posisi sulit antara Putra Mahkota Belanda dengan tunangannya. Sehingga ia mendapat tuduhan sebagai orang ke tiga. Dalam novel ini juga diceritakan perjalanan Seyla menemukan komunitas Islam di Belanda serta kegiatan-kegiatan kemanusian. Di akhir cerita Seyla menemukan pasangan hidup yang terbaik baginya dengan cara islami.
Lafaz Cinta menampilkan keindahan sisi-sisi kemanusiaan selain kebudayaan kota Mekkah dan Negeri Belanda. Alur cerita disampaikan dengan cara yang lembut. Hanya saja konflik yang terjadi tidak terlalu menaikan emosi saya.
Read More......

Sebuah novel islami yang bercerita mengenai kehidupan pasangan suami istri yang penuh dengan cobaan. Namun karena keteguhan iman yang mereka miliki, mereka berhasil melalui berbagai cobaan hidup. Novel ini mengajarkan akan arti dan hasil sebuah kesabaran, kesungguhan, kerja keras, kejujuran serta keikhlasan dan nilai-nilai positif yang penting dalam menjalani kehidupan.
Sandiwara langit merupakan sebuah novel sederhana dengan makna luar biasa. Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat gaya bahasa sederhana yang mudah dipahami. Pembaca tidak perlu terlalu banyak memikirkan arti kalimat dalam cerita tersebut.
Sandiwara langit bukan hanya novel islami yang menceritakan cerita nyata kehidupan islami, tapi juga dilengkapi dengan dalil-dalil Al Qur'an dan Hadist berserta keterangan sumber kitab-kitab hadist yang digunakan. Hal inilah yang menjadi point lebih dari novel "Sandiwara Langit. Pembaca mendapatkan sebuah cerita nyata, contoh-contoh perilaku yang harus dimiliki seorang muslim dan muslimah sejati serta juga dapat lebih mendalami pengetahuan agama melalui dalil-dalil Al Qur'an dan Hadist yang penting untuk diketahui, direnungkan, dipelajari dan diamalkan. Dapat dikatakan beli satu dapat seribu. Artinya dengan membaca Sandiwara Langit maka akan mendapat seribu manfaat. Tidak puas rasanya jika hanya membaca tanpa memilikinya. Karena dapat dijadikan penggungah semangat saat terjadi penurunan dalam menjalani hidup secara islami.
Read More......
Dalam menjalani perjalanan kehidupan tidaklah selalu semulus yang dibayangkan dan diinginkan. Ada saat-saat yang harus diperjuangkan meski godaan menghadang sepanjang perjalanan. Namun tak jarang menyerah merupakan pilihan agar tercipta perasaan aman. Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Setiap insan pastilah mampu dengan mudah memberikan contoh baik bagi orang lain. Namun tidak semua insan dapat menghancurkan kemunkaran demi tegaknya kebenaran dan tercipta kebaikan.
Si Fulan adalah orang yang cerdas, kreatif, berpengetahuan agama bagus, selalu berusaha beramal ibadah yang baik. Seiring berjalannya waktu, Fulan merasa jenuh. Jenuh akan situasi di sekelilingnya. Di mana semakin banyak manusia memakan manusia. Tak perduli lawan, kawan, sahabat bahkan keluarga. Semakin lama, Fulan sampai pada keputusan finalnya yaitu menjauhi semua permasalahan, situasi dan omongan jelek di sekitarnya. Fulan berhenti. Ketika ditanya alasannya, Fulan mengatakan hanya ingin ketenangan hati. Bagi Fulan, tempat kerjanya saat itu memberikan banyak sekali godaan, ujian yang mengotori hatinya. Apakah berhenti merupakan keputusan yang terbaik...?! Sementara Fulan adalah salah satu orang yang memiliki kesadaran agama yang baik dan bisa memberi kontribusi yang baik bagi lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Mengapa Fulan tidak mau mencoba merubah segala keburukan yang ada disekelilingnya dengan pengetahuannya. Karena memberi contoh dapat dilakukan setiap manusia tetapi memperbaiki keburukan tidak bisa dilakukan oleh setiap manusia. Mengapa Fulan tidak mau menghadapi dan berjuang memberi contoh yang baik sekaligus memperbaiki kondisi, pemikiran yang tidak baik yang ada disekitarnya dan bukannya menyerah pada kondisi hati yang dapat ia perbaiki...?! Bukankah jalan yang sekarang ia tinggalkan merupakan ladang amal dan da'wah baginya untuk dihadapi. Meski diawal perjalanannya, ia akan menemukan hujan batu yang akan menyakitkan hatinya, tapi terus berusaha dalam senyum adalah hal kecil yang baik yang dapat dilakukannya.
Kamu adalah Ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imron :110)
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (Al-Imron:104)
Sabda Rasulullah : Barang siapa yang melihat satu kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman (Riwayat Muslim).
Sesungguhnya apabila Fulan mau dan yakin bahwa ia mampu memperbaiki apa yang terjadi di sekelilingnya, maka ia Insya Allah berhasil karena pertolongan Allah SWT pada hambanya yang berjuang di jalannya pasti akan datang.
Catatan: di buat sebagai bentuk sharing pengalaman nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dansarana pengembangan diri. Sesungguhnya kesempurnaan hanya pada Allah SWT dan apabila ada kesalahan sesungguhnya itu berasal dari saya pribadi. Mohon maaf apabila ada kesalahan yang dikarenakan minimnya pengetahuan saya tapi apabila kita tidak memberanikan diri mencoba maka tak kan ada pelajaran yang dapat diambil dari nya
Read More......
Assalamu'alaikum...
Dua orang lagi pergi menyusul yang tiga. Male and female
Yang pertama...saya sebut dia dengan sebutan tuan Narsis...karena jika kita berada disekitarnya....didekatnya atau lebih parah satu kelompok dengannya maka bisa dipastikan akan ketularan penyakit Narsisnya. Si tuan Narsis ini senang sekali membentak baik sebagai pekerja bawahannya ataupun sebagai teman seposisi. Tapi bisa dijamin, bentakannya bukan dari hati. Kata salah satu teman...sifatnya itu hanyalah sebagai salah satu caranya untuk mencairkan suasana. Dan memang betul sih...Hanya saja terkadang ke Narsisannya membuat jengkel. Tetapi setelah tuan Narsis pergi...terasa ada yang hilang di sini. Tak ada lagi yang suka membentak-bentak....tertawa nyaring...dan memperlihatkan ke Narsisan dengan amat Narsisnya. Kata salah satu teman sih..kami kehilangan seseorang yang bisa diolok-olok dan dianiaya. Terdengar kejam tapi menyimpan kelembutan... Meskipun Tuan Narsis sangat Narsis...tapi terdapat keteguhan dihatinya..kemantapan dalam bersikap dan kebijakan dibalik sikap cengar-cengirnya.
Yang kedua...saya menyebutnya CU-Mi..biasanya dia sebel dipanggil begitu dan membalas dengan panggilan yang tidak aneh tapi janggal terdengarnya. CU-Mi terlalu kalem. Meski dibalik kekalemannya menyimpan kekerasan. Memiliki kondisi fisik yang aneh. Sebut saja saat kerja dia sakit...nganggurpun sakit. Badan yang aneh. CU-Mi...jalannya lambat sekali dan saya tidak bisa menceritakan hal banyak tentangnya karena dia aneh dan sulit diungkapkan....
Sekarang mereka berdua sudah pergi dan setiap kehilangan pasti akan terasa jelas saat kepergian. Mungkin selama ini saya kurang mendalami arti kebersamaan. Sehingga rasanya belum cukup waktu yang dihabiskan untuk berbagi cerita...berbagi canda dan saling memahami. Saya berharap mereka menyimpan dan mengenang segala peristiwa baik yang dialami ketika masih berkumpul bersama hingga kami dapat tersenyum bersama jika bersua...dan menelaah segala peristiwa buruk yang dialami sehingga kami dapat berbagi solusi saat bersua untuk kemudia tersenyum bersama. No more words...do the best...see you next time...
Read More......
Assalamu'alaikum...
Sebuah pengalaman yang ingin dibagi...
Guru...memiliki tanggung jawab yang dan peran yang penting bagi perkembangan siswa. Baik dari segi akademis maupun perilaku. Terutama pada sekolah-sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran full days dimana hampir sebagian besar waktu yang merupakan waktu-waktu siswa banyak melakukan aktifitas, peran guru sangat penting. Siswa menerima nasihat, uswatun hasanah dari guru banyak dialami siswa selain tentu saja pengetahuan yang berupa akademis. Mendapati siswa yang dapat menerapkan apa yang diajarkan dalam kehidupannya, tentulah sebuah kebahagiaan tersendiri. Tak terungkapkan rasa syukur karena hal tersebut.
Akan tetapi, apakah apa yang siswa tampilkan di sekolah akan terefleksi pula di lingkungan keluarganya?. Jawabnya tidak selalu. Terkadang guru akan menemukan siswanya yang menunjukan perilaku berbeda antara di sekolah dengan di rumahnya. Di sekolah siswa menampilkan perilaku yang baik, santun, hormat, sholeh/sholehah dan hal baik lainnya. Ternyata di rumah justru kebalikannya. Siswa menjadi sulit diatur, kurang santun pada orang yang lebih tua, dan boleh dikatakan berlawanan 100%.
Tugas guru adalah mencari tahu apa yang menyebabkan hal tersebut..?
Lebih banyaknya waktu yang dilewatkan siswa pada sistem sekolah full days, menjadikan siswa cenderung memiliki kedekatan secara psikologis lebih erat dengan guru. Hal ini dapat ditunjukan dengan mudahnya nasihat yang disampaikan guru dicerna dan diterapkan oleh siswa. Sedangkan sistem sekolah full days, menyebabkan siswa hanya dapat menghabiskan beberapa jam yang tersisa bersama orang tuanya. Terlebih jika orang tua adalah tipe pekerja yang semakin sedikit mempunyai waktu bersama anak. Perhatian dan nasihat diberikan hanya seperlunya. Apabila anak kelewat nakal, nasihat diberikan atau bahkan hukuman. Anak tidak menemukan figur orang tua dalam keluarganya dan dengan guru di sekolahlah anak mendapat apa yang seharusnya mereka dapat di rumah. Jadi tidak heran jika ditemui perbedaan perilaku yang ditunjukan anak di sekolah dan di rumah.
Sebab lain mungkin karena perbedaan lingkungan. Di sekolah anak bergaul dengan teman seusia sehingga memiliki rasa persaingan untuk menjadi yang terbaik. Persaingan ini mengakibatkan anak menampilkan sikap-sikap positif di sekolah terlebih jika sikap positif yang ditampilkan siswa mendapat penghargaan dari orang-orang dewasa di sekolah (guru) walaupun hanya berupa pujian. Namun kata-kata pujian yang terlontar dari orang dewasa kepada anak merupakan sebuah harta karun bagi anak yang membuatnya akan terus mengingat dan menampilkan perilaku terpuji yang membuatnya dipuji. Sementara di rumah, anak harus berbagi dengan saudara-saudara yang lain yang usianya lebih besar ataupun lebih muda darinya ditambah kesibukan orang tua yang berakibat jarangnya orang tua memberikan kata-kata penguatan atas sebutir perlaku positif yang ditampilkan.
Penegakan disiplin tanpa pemahaman. Artinya orang tua menginginkan anak bersikap disiplin tanpa menjelaskan manfaatnya dan mengapa orang tua menerapkan hal tersebut. Sebagai contoh, seorang anak ingin menonton sebuah sinetron yang seharusnya hanya boleh ditonton oleh orang dewasa. Kemudian orang tua melarang anak dengan berkata "tidak boleh nonton sinetron itu..! ayo tidur...!" Bisa dipastikan anak akan memiliki penolakan terhadap sikap orang tua meskipun pada akhirnya si anak pergi tidur. Perasaan penolakan ini lambat laun akan keluar dalam bentuk sikap pemberontakan. Akan lebih baik apabila orang tua memberlakukan sikap disiplin disertai pembicaraan dari hati ke hati pada anak sehingga anak tidak hanya melaksanakan tapi juga menerima dengan hati dan pemikirannya. Dengan demikian akan terus ada dalam ingatan anak sepanjang perjalanan hidupnya.
Sekarang tergantung orang tua dan guru untuk menentukan metode yang tepat atas permasalahan tersebut. Orang tua jangan sampai hanya menyerahkan masalah anak kepada guru semata dan gurupun tidak dapat menjalankan metode perbaikan yang tepat sendiri. Perlu adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Mungkin guru dan orang tua dapat bersepakat untuk menciptakan lingkungan, suasana, komunikasi yang tidak jauh berbeda antara sekolah dan rumah. Sehingga apabila anak lebih banyak menampilkan perilaku positif di sekolah begitu ia tiba di rumah ia akan mendapati lingkungan atau atmosfer yang tidak jauh berbeda dengan di sekolah dan sebaliknya jika ternyata anak menampilkan perilaku positif lebih banyak di rumah.
Tulisan ini dibuat atas pendapat pribadi dan pengalaman yang ditemui.Sekedar sharing...curhat...proses belajar. Jika terdapat kesamaan dengan pihak lain, hal itu merupakan suatu ketidaksengajaan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan yang dikarenakan minimnya pengetahuan yang diri ini miliki. Semoga berguna di kehidupan kelak dan dapat dijadikan flashback ke depan
Read More......
Bismillahirrahmanirrahim...
Saat berjumpa....saat berpisah....
Hari ini tiga orang telah pergi. Mereka akan menjalani pekerjaan baru....menemui teman baru...serta anak-anak yang baru...Masing-masing dari mereka memiliki kesan yang sangat berarti.
V-chan...panggilan sayang untuk seseorang yang pernah menjadi teman berbagi ruangan. Penghilang segala kekakuan dan menjadikan diri terbuka, rileks dan santai. Seseorang yang cerdas dan teguh serta berperasaan halus. V-chan...V-chan...Vchan...sekarang V-chan bagaikan kodok hijau yang siap melompat ke atas teratai yang baru. Semoga kau temukan apa yang kau cari dan tak kau lupakan apa yang telah kau dapat dan alami. Bersamamu banyak kejadian lucu, menyenangkan...menyedihkan dan segala perasaan yang tak terlukiskan.
Terimakasih telah bersedia menerimaku sebagai mitramu...terimakasih telah membuatku mengenal lebih banyak teman di awal-awal hariku...terimakasih telah "menjodohkan" (hanya main-main...) dengan "temanmu" meski itu membuatku enggan menegur "temanmu"...terimakasih telah menetapkanku sebagai MC berpartner dengan "temanmu" sehingga membuatku lebih berani dan menjadi lebih santai dalam berhadapat dengan "temanmu" meski pada awalnya "temanmu" menyebalkan karena KE NARSISANNYA dan meskipun beberapa hari setelah itu aku kembali enggan menegur "temanmu..." Semua keusilanmu mencairkan suasana....senyum mu meruntuhkan tembok...akan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang...
Dian...teman yang selalu berusaha memberikan kebahagian dan senyum bagi orang lain. Senang mengirimkan sms lucu yang terkadang menggelikan ataupun membuat jantung berdebar di suatu malam. Ikhlas...ikhlas...ikhlas adalah pesan terakhirnya. Ekspresimu susah ditafsirkan sedih atau senang. Namun hari ini aku bisa melihat tetes air di matamu.
Dj...begitulah panggilan teman-teman dekatmu...cuek dan senang tulang ikan, membuatmu unik...Tak begitu lama mengenal dirimu..itupun karena aku sering nebeng pulang padamu. Dan sekarang aku bingung....aku harus nebeng siapa lagi kalau pulang...??? Hal terakhir yang kau tanyakan adalah ....."kapan aku akan menyusul jejakmu...?" wish me luck for the next test...?!!
Itulah tiga orang yang selama ini berada di sekitarku yang telah pergi. Menyedihkan...karena selama ini mereka telah memberikan segala hal yang terbaik yang ada pada diri mereka. Lihatlah lebih dalam betapa besar pengabdian yang mereka berikan. Betapa mereka menyayangi wajah-wajah polos yang mereka temui di pagi hari hingga sore menjelang. Meski tak selalu kata-kata manis yang mereka terima. Betapa banyak waktu yang mereka habiskan demi wajah-wajah polos di hadapan mereka hingga sakit mendera meski tak setiap hari penghargaan yang mereka terima. Kemajuan yang ingin mereka lihat...keberhasilan yang ingin dicapai...kebaikan yang ingin di tuju...tak hanya untuk diri sendiri namun untuk semua pribadi. Kesamaan keinginan namun perbedaan jalan menciptakan perpisahan. Tangispun mewarnai dua hari terakhir. Buatku kita berpisah bukan berarti tak kan bertemu. Selama masih menapakan kaki di dunia masih ada kesempatan bertemu dan berbagi cerita. Jika tidak berkesempatan di dunia mudah-mudahan di akhirat di tempat yang baik dan memberi ketenangan...kedamaian dan keceriaan. Dengan senyum sebagai penghias. Salam pembuka kata.
End of the words...see you next time...
Read More......
Sebuah cerita dalam sebingkai kehidupan....
Ingin berlari dari semua mata mencari ....
Bersembunyi pada dalamnya sebuah lubang....
Namun diri terasa tenang dan nyaman....
Berkatapun bagai angin berhembus....
Tak terdengar tak tersampai....
Bagai pertanyaan tanpa jawaban.....
Di bawah terpaan hujan menyapu awan....
Wish u know what i feel now...?!
Read More......
Aku ingin menjadi sebatang pohon....
Sebatang pohon yang hijau, lebat, rindang dan subur....
Sebatang pohon yang tetap ditempatnya walau badai menerpanya....
Sebatang pohon yang tak pernah mengeluh walau apapun menimpanya....
Sebatang pohon yang selalu berusaha menumbuhkan batang dan rantingnya....
Sebatang pohon yang tak kan berpindah namun memberi manfaat disekitarnya....
Sebatang pohon yang selalu meneduhkan jiwa-jiwa yang berteduh di bawahnya....
Sebatang pohon yang masih tersimpan di kepala....
Meski membayang di pelupuk mata....
Jauh dalam nyata....
Read More......
Bismillahirrahmanirrahim....
Tidak selamanya keinginan kita adalah yg terbaik bagi kita. Terkadang kita hrs menjalani suatu keharusan yang tidak sesuai dengan keinginan atau pun sebaliknya. Orang lain berpendapat diri kita pantas atas "keharusan" tersebut tapi hal itu bukan "keinginan" kita. Akhirnya yang ada adalah kebingungan, kerisauan dan kebimbangan. Sanggupkah...? Bisakah untuk ikhlas sementara hati menolak...?
Ikhlas adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dilafazkan namun pada kenyataannya begitu sukar diaplikasikan.
Hari ini sebuah amanah besar telah dijatuhkan. Hati menolak...tangispun meledak...hingga lisan berucap TIDAK. Beban itu terlalu berat dan amanah itu terlalu bagus. Tak pernah sedikitpun terbersit...bermimpi...apalagi berambisi untuk mendapat amanah tersebut. Masih banyak teman-teman lain yg lebih mampu.
Ucapan selamat dan pompaan semangat dari orang-orang terdekat tak mampu mengubah "keinginan" untuk menolak "keharusan" itu. Bagi mereka diri ini mampu namun tidak bagi si penerima karena sekecil apapun ada pertanggung jawaban.
Seberat apapun sebuah pekerjaan jika diinginkannya, akan dilakukan sepenuh hati. Namun sungguh berat menumbuhkan keinginan untuk melakukan sebuah keharusan yang bukan merupakan keinginan.
Read More......
Alhamdulillah..bisa jg bikin blog..akhirnya. Dulu sh pernah buat tp krn dasarnya pelupa..lupa dh semuanya termask paswordnya. Skrg bikin lg yg baru..mumpung otak lagi blank habis dpt musibah yg mungkin buat sebagian org anugerah... Jd dari pd pusing mikirinnya ahirnya bikin blog deh...Thanks a lot 4 m' Husnul bersedia diganggu buat bantuin bikin blognya pdhal lagi kerja...he..he...
Read More......