Satu Dapat Banyak





Sebuah novel islami yang bercerita mengenai kehidupan pasangan suami istri yang penuh dengan cobaan. Namun karena keteguhan iman yang mereka miliki, mereka berhasil melalui berbagai cobaan hidup. Novel ini mengajarkan akan arti dan hasil sebuah kesabaran, kesungguhan, kerja keras, kejujuran serta keikhlasan dan nilai-nilai positif yang penting dalam menjalani kehidupan.


Sandiwara langit merupakan sebuah novel sederhana dengan makna luar biasa. Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat gaya bahasa sederhana yang mudah dipahami. Pembaca tidak perlu terlalu banyak memikirkan arti kalimat dalam cerita tersebut.


Sandiwara langit bukan hanya novel islami yang menceritakan cerita nyata kehidupan islami, tapi juga dilengkapi dengan dalil-dalil Al Qur'an dan Hadist berserta keterangan sumber kitab-kitab hadist yang digunakan. Hal inilah yang menjadi point lebih dari novel "Sandiwara Langit. Pembaca mendapatkan sebuah cerita nyata, contoh-contoh perilaku yang harus dimiliki seorang muslim dan muslimah sejati serta juga dapat lebih mendalami pengetahuan agama melalui dalil-dalil Al Qur'an dan Hadist yang penting untuk diketahui, direnungkan, dipelajari dan diamalkan. Dapat dikatakan beli satu dapat seribu. Artinya dengan membaca Sandiwara Langit maka akan mendapat seribu manfaat. Tidak puas rasanya jika hanya membaca tanpa memilikinya. Karena dapat dijadikan penggungah semangat saat terjadi penurunan dalam menjalani hidup secara islami.


Read More......

Menyerah...Aman...atau Berjuang...Godaan

Dalam menjalani perjalanan kehidupan tidaklah selalu semulus yang dibayangkan dan diinginkan. Ada saat-saat yang harus diperjuangkan meski godaan menghadang sepanjang perjalanan. Namun tak jarang menyerah merupakan pilihan agar tercipta perasaan aman. Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Setiap insan pastilah mampu dengan mudah memberikan contoh baik bagi orang lain. Namun tidak semua insan dapat menghancurkan kemunkaran demi tegaknya kebenaran dan tercipta kebaikan.

Si Fulan adalah orang yang cerdas, kreatif, berpengetahuan agama bagus, selalu berusaha beramal ibadah yang baik. Seiring berjalannya waktu, Fulan merasa jenuh. Jenuh akan situasi di sekelilingnya. Di mana semakin banyak manusia memakan manusia. Tak perduli lawan, kawan, sahabat bahkan keluarga. Semakin lama, Fulan sampai pada keputusan finalnya yaitu menjauhi semua permasalahan, situasi dan omongan jelek di sekitarnya. Fulan berhenti. Ketika ditanya alasannya, Fulan mengatakan hanya ingin ketenangan hati. Bagi Fulan, tempat kerjanya saat itu memberikan banyak sekali godaan, ujian yang mengotori hatinya. Apakah berhenti merupakan keputusan yang terbaik...?! Sementara Fulan adalah salah satu orang yang memiliki kesadaran agama yang baik dan bisa memberi kontribusi yang baik bagi lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Mengapa Fulan tidak mau mencoba merubah segala keburukan yang ada disekelilingnya dengan pengetahuannya. Karena memberi contoh dapat dilakukan setiap manusia tetapi memperbaiki keburukan tidak bisa dilakukan oleh setiap manusia. Mengapa Fulan tidak mau menghadapi dan berjuang memberi contoh yang baik sekaligus memperbaiki kondisi, pemikiran yang tidak baik yang ada disekitarnya dan bukannya menyerah pada kondisi hati yang dapat ia perbaiki...?! Bukankah jalan yang sekarang ia tinggalkan merupakan ladang amal dan da'wah baginya untuk dihadapi. Meski diawal perjalanannya, ia akan menemukan hujan batu yang akan menyakitkan hatinya, tapi terus berusaha dalam senyum adalah hal kecil yang baik yang dapat dilakukannya.

Kamu adalah Ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imron :110)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (Al-Imron:104)

Sabda Rasulullah : Barang siapa yang melihat satu kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya apabila Fulan mau dan yakin bahwa ia mampu memperbaiki apa yang terjadi di sekelilingnya, maka ia Insya Allah berhasil karena pertolongan Allah SWT pada hambanya yang berjuang di jalannya pasti akan datang.

Catatan: di buat sebagai bentuk sharing pengalaman nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dansarana pengembangan diri. Sesungguhnya kesempurnaan hanya pada Allah SWT dan apabila ada kesalahan sesungguhnya itu berasal dari saya pribadi. Mohon maaf apabila ada kesalahan yang dikarenakan minimnya pengetahuan saya tapi apabila kita tidak memberanikan diri mencoba maka tak kan ada pelajaran yang dapat diambil dari nya

Read More......

Gone with the wind

Assalamu'alaikum...

Dua orang lagi pergi menyusul yang tiga. Male and female
Yang pertama...saya sebut dia dengan sebutan tuan Narsis...karena jika kita berada disekitarnya....didekatnya atau lebih parah satu kelompok dengannya maka bisa dipastikan akan ketularan penyakit Narsisnya. Si tuan Narsis ini senang sekali membentak baik sebagai pekerja bawahannya ataupun sebagai teman seposisi. Tapi bisa dijamin, bentakannya bukan dari hati. Kata salah satu teman...sifatnya itu hanyalah sebagai salah satu caranya untuk mencairkan suasana. Dan memang betul sih...Hanya saja terkadang ke Narsisannya membuat jengkel. Tetapi setelah tuan Narsis pergi...terasa ada yang hilang di sini. Tak ada lagi yang suka membentak-bentak....tertawa nyaring...dan memperlihatkan ke Narsisan dengan amat Narsisnya. Kata salah satu teman sih..kami kehilangan seseorang yang bisa diolok-olok dan dianiaya. Terdengar kejam tapi menyimpan kelembutan... Meskipun Tuan Narsis sangat Narsis...tapi terdapat keteguhan dihatinya..kemantapan dalam bersikap dan kebijakan dibalik sikap cengar-cengirnya.
Yang kedua...saya menyebutnya CU-Mi..biasanya dia sebel dipanggil begitu dan membalas dengan panggilan yang tidak aneh tapi janggal terdengarnya. CU-Mi terlalu kalem. Meski dibalik kekalemannya menyimpan kekerasan. Memiliki kondisi fisik yang aneh. Sebut saja saat kerja dia sakit...nganggurpun sakit. Badan yang aneh. CU-Mi...jalannya lambat sekali dan saya tidak bisa menceritakan hal banyak tentangnya karena dia aneh dan sulit diungkapkan....
Sekarang mereka berdua sudah pergi dan setiap kehilangan pasti akan terasa jelas saat kepergian. Mungkin selama ini saya kurang mendalami arti kebersamaan. Sehingga rasanya belum cukup waktu yang dihabiskan untuk berbagi cerita...berbagi canda dan saling memahami. Saya berharap mereka menyimpan dan mengenang segala peristiwa baik yang dialami ketika masih berkumpul bersama hingga kami dapat tersenyum bersama jika bersua...dan menelaah segala peristiwa buruk yang dialami sehingga kami dapat berbagi solusi saat bersua untuk kemudia tersenyum bersama. No more words...do the best...see you next time...

Read More......