Tak lama lagi seorang teman dekatku akan menempuh fase yang baru dalam hidupnya. Berbagi cerita hidup dengan seseorang hingga ajal menjemput. Hari terakhir kebersamaan kami adalah malam itu karena setelah itu ternyata pintu tersebut terbuka untuknya. Berbahagia sekaligus bersedih. Berbahagia karena ia akan berbahagia dengan kehidupan baru yang akan segera dijalaninya. Bersedih karena kini tak lagi ada waktu untuk kami saling berbagi cerita. Tapi tetap saja harus kupaksakan untuk sepenuhnya berbahagia untuknya karena ia adalah temanku, ia adalah sahabatku, ia adalah saudaraku, ia adalah pelipur dukaku, ia adalah teman suka ku dan ia adalah inspirasiku.
Padanya tak akan kutunjukan bahwa aku bersedih karena aku bersedih bukan untuknya tapi aku bersedih untuk diriku sendiri. Ingin kuhadirkan selalu senyum ceria padanya, kebahagiaan penuh atasnya, pelukan suka baginya.
Temanku, sahabatku, saudaraku selamat menjalani kehidupan yang baru berbahagialah selalu semoga dengan begitu muncul kepercayaan dan keberanian pada diriku untuk seperti dirimu...
Langganan:
Postingan (Atom)
