Tampilkan postingan dengan label My days. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My days. Tampilkan semua postingan

Shadow in my mind ...

Brukk...!!! aku jatuh. Tiba-tiba aku terjatuh pada jalan yang ku lalui dengan kehati-hatian 100%. Sakit ternyata rasanya...Saking sakitnya, hampir dan ingin rasanya meneteskan refleksi kejadian itu dalam bentuk butiran-butiran bening. Tentu saja saat duniaku dalam keadaan kosong tanpa pendatang.
Mataku melakukan penginderaan sebagaimana fungsi ia diciptakan. Meneliti setiap bagian tubuhku. Mencari bagian-bagian yang terasa sakit akibat jatuh yang kualami. Sedetik..dua detik...satu menit..mataku tidak menemukan sesuatu yang berbeda pada tubuhku. Tak ada memar..tak ada lecet apalagi cairan merah yang keluar dari kulit putih pucatku. Tapi pusat kegiatan tubuhku meneriakan "sakit" diseluruh bagian-bagiannya. Sakit yang membuatku ingin meneteskan air mata. Sakit yang memberikan penyesalan atas jalan yang kupilih untuk dilalui yang ternyata memberi rasa sakit. Tak ada luka...jadi bagian mana yang terasa sakit. Yang diteriakan oleh otak ku.
Sejenak aku duduk dalam diamku. Diam dalam duniaku. Berjalan-jalan di padang rumput anganku nan hijau serta diantara bunga-bunga imajinasiku. Angin yang berhembus menerpa lembut kulitku. Sejuk dan hangat hadir dalam komposisi yang sempurna. Kaki ku berhenti dan menjatuhkan badanku di bawah sebatang pohon besar. Melindungiku dari hangat surya namun tak menghalangiku memandang sejauh-jauhnya. Ku sandarkan kepalaku dengan tangan di kedua sisi tubuhku. Mataku pelan mulai terpejam dengan hati terus menerawang.
Aaaahhhhh....teriakan yang kulontarkan sendiri membuat mataku terbuka. Kusadari betapa nyaring suara yang kuciptakan. Refleks tanganku memegang kepalaku. Meraba ke seluruh bagiannya. Dan dalam sepuluh detik tanganku langsung berpindah kedadaku. Sesak. Aku menemukannya...aku menemukannya...pikirku dan lisanku berlomba mengutarakan kalimat serupa. Ya...aku telah menemukan bagian yang sakit akibat jatuh yang kualami. Aku menemukannya dalam duniaku. Aku menemukannya setelah sesuatu menghantamku saat aku ada dalam duniaku sendiri. Pukulan itu menyakitkan dan menyadarkanku akan rasa sakit sebelumnya. Ternyata pikiran dan hatiku lah yang sakit. Yang membuatku menjeritkan kata "aduh" dengan samar. Dan pukulan yang kuterima saat aku berada dalam duniaku mengembalikanku pada kesadaran dengan emosi yang meluap. Aku menderita sakit...sakit karena aku telah kehilangan sesuatu yang begitu ingin kucapai. Kehilangan yang begitu berarti dalam hidupku. Akhirnya emosiku merambat dimana aku membuat sebab-sebab yang muncul tanpa kuinginkan, diluar rencanaku lah yang menyebabkan aku mengalami hal ini. Mengalami jatuh. Kepalaku semakin sakit dan dadaku begitu sesak ingin menumpahkan segala kekesalan.
Mengapa "sesuatu" itu datang sehingga merusak semua agendaku dan menyebabkan aku terjatuh dalam kehilangan akan sesuatu yang seharusnya bisa ku dapat...?! Selama beberapa menit aku berada dalam kekalutan. Ku abaikan suara dari sudut hatiku yang memintaku untuk tenang dan berpikir. Hingga suara itu begitu keras menegurku dan memaksa memenuhi setiap sel-sel otakku. Aku tersadar bahwa beberapa bulan ini sebuah bayangan menutupi mataku. Bayangan yang membuatku terlupa akan siapa aku dan bagaimana aku dalam menjalani hidup sebelumnya. Bayangan yang membuatku lupa bagaimana aku menempatkan sisi dunia dalam kehidupanku sebelumnya. Bayangan yang menutupi mataku hingga bebera Aku terlupa...
Sekian lama aku bergelut dalam hidup dengan sebuah bayangan yang menutupi mataku. Selama beberapa bulan ini betapa kuat aku berusaha untuk mengejar materi semata. Materi yang harus ku capai demi sebuah tujuan. Dan hal itu membuatku lupa akan diriku. Menjadikanku manusia yang dipenuhi keinginan dunia semata. Dan hari ini hanya dengan sedikit kesalahan kecil yang begitu mudah terjadi dan yang dahulunya merupakan hal biasa kualami ternyata sanggup membuatku begitu sakit. Padahal aku yang sebelumnya apabila mengalami hal ini tak pernah merasa sesakit ini dan bagiku hal itu adalah biasa karena memang seharusnya akan terjadi.
Seketika itu kusadari betapa aku tenggelam dan menenggelamkan diri dalam urusan dunia. Seluruh kepalaku berisi dengan dunia. Hatiku berisi dengan dunia. Tidak ada lagi keseimbangan pada diriku.
Segera kuhapus bayangan yang menutupi mataku dengan siraman air yang menyejukan wajah dan kulitku. Tak hilang dalam sekejap memang. Namun setidaknya aku menyadari bahwa aku harus kembali pada aku yang semula. Aku yang menganggap bahwa materi dunia bukanlah segalanya. Aku yang menganggap bahwa aku harus berusaha dan menyerahkan segala hasilnya pada pemilik keputusan akhir. Aku yang dapat menerima dengan lapang bahwa kehilangan sesuatu adalah hal lumrah dalam hidupku. Karena aku bukan pemilik dunia yang sebenarnya.
Tak ada yang salah pada pengunjung-pengunjung yang hadir pada dunia nyataku. Yang salah adalah bayangan yang tanpa sengaja kuciptakan hingga membuatku lupa akan aku yang sebenarnya...Beruntung aku masih memiliki suara kecil dalam hatiku yang meski kecil namun sanggup membuatku kembali pada nyata yang sebenar-benar nyata.

Read More......

Tanpa Judul

Langit mengeluarkan tangisnya. Menumpahkan beban yang mengiringi perputarannya. Namun tangisnya bisa menjadi kebahagiaan bagi penghuni bumi dan juga kesedihan bagi mereka.
Aku pun ingin seperti langit saat ini. Menumpahkan sesak di dada. Mungkin ia akan sederas hujan saat ini. Pun seandainya hujan ini disertai kilat dan guntur. Akupun akan turut mengeluarkan teriakan kemarahan dan tatapan sebagaimana kilat menyambar saat hujan. Sesak ku melelahkan. Tapi langit melaksanakan tugasnya. Dan bumi pun melaksanakan tugasnya. Langit tidak menanggung tugas bumi sebagai tempat berpijak manusia. Sehingga tangisnya bukanlah tangis karena menyesali tugasnya.
Betapa berat menanggung tugas orang lain yang tanpa pemberitahuan. Betapa berat harus bertanggung jawab atas tugas orang lain tanpa pemberitahuan. Disaat pertanggung jawaban itu harus diberikan, sementara mereka si empunya tugas berada di depan mata dan tak mau tau apa-apa. Mengapa tugas itu tak diambil kembali saat pelaku utama telah kembali. Sungguh tak adil harus membuat sequel cerita bersambung sementara kita hanya mengetahui ending yang hanya tayang selama 30 detik.
Cerita nyata yang telah terjadi tak dapat diputar ulang. Hidup manusia bukan sinetron televisi atau sebuah DVD.
Meski ingin kutumpahkan tetesan air di wajahku, sisi realistisku menahannya melalui sebuah bendungan besar nan kokoh. Egoku tak ingin menyerah meski nurani terasa lelah. Lelah akan perubahan yang ingin kutampilkan tanpa perubahan yang ingin kusaksikan. Tak seperti mata uang yang memiliki dua sisi. Apa yang kualami ini hanyalah sebuah cermin tanpa pantulan. Cahaya tanpa matahari, bumi tanpa langit. Menanggung tanggung jawab orang lain sementara dia melenggang di depan mata melepas pekerjaannya yang tidaklah selesai.
Tiada inginku tuk tumpah kan isi jiwaku padanya. Hanya sebatas percakapan biasa dengan kalimat biasa dan situasi yang benar-benar biasa. Tidak ada lagi segala macam bentuk emosi yang ingin kutampilkan meski ia menjulang di pelupuk mataku. Bagiku kau adalah orang asing yang tidak memiliki daya tarik untuk dikenal.

Read More......

Still....

Karakter manusia, bisakah dirubah. Katanya kepribadian hanyalah "topeng" atas prilaku sebagai refleksi penyesuaian diri dengan lingkungan. Berarti kepribadian dapat berubah. Perubahan dapat ke arah baik atau tidak baik. Sementara karekter...seseorang berkata bahwa karakter merupakan sesuatu yang melekat pada diri sehingga sulit berubah. Tapi seiring berjalannya waktu dan munculnya kesadaran maka karakter dapat dikendalikan secara sadar. Hanya saja mata cenderung enggan untuk melihat karakter diri pribadi. Akibatnya karakter yang jelek setia mengirini setiap ayunan kaki meniti hari. Perlu orang lain untuk mengingatkan...?! Jangan terlalu berharap..!!! Tidak selamanya kebiasaan menggantungkan harapan pada orang lain berdampak efektif pada diri pribadi mengingat tadi bahwa kita sulit untuk membuka mata sekedar untuk memahami karakter sendiri. Apakah kriktik atau informasi yang berupa peringatan yang disampaikan orang lain akan kejelekan karakter diri akan dengan mudah kita terima terlebih dengan lapang ada...?! Belum tentu. Siapa tahu karakter tersebut yang merupakan sumber masalah kita. Terkadang kita menuntut perubahan atas seseorang sementara kita tidak bercermin hal apakah yang harus dirubah dalam diri kita. Menjatuhkan tuduhan bahwa seseorang memiliki karakter yang tidak baik tetapi enggan melihat bahwa ternyata karakter kita sendiri perlu dirubah.
Perbedaan karakter seseorang memberi banyak pengaruh dalam kehidupan sosialisasi. Misalnya dalam situasai rekan kerja yang memerlukan adanya kerjasama dan keterbukaan tugas individu, karakter seseorang dapat memberi pengaruh baik dan jelek. Yang perlu digaris merah adalah akibat jelek yang timbul karena adanya karakter tidak baik yang tersimpan pada diri dan teraplikasi dalam kegiatan sehari-hari.
Sepasang rekan kerja yang SEHARUSNYA saling memberi informasi penting terkait pekerjaan tenyata tidak dapat menjalankan tugas dengan baik karena disebabkan perbedaan karakter ini. Pekerja A menuntut dan mengharap perubahan yang terjadi pada pekerja B. Sementara pekerja B merasa bahwa pekerja A yang harus berubah sehingga pekerja B dapat membuat penyesuaian. Dalam perjalanan pekerja B mencoba untuk melakukan penyesuaian dengan karekter pekerja A. Dalam hal ini pekerja B telah melakukan pembentukan "kepribadian". Namun kepribadian hanyalah sebuah "topeng" perilaku yang dapat berubah sesuai dengan ekosistem yang ada. Ternyata setelah beberapa hari menampilkan kepribadian setelah sebelumnya menjalani perang karakter dengan pekerja A, ternyata permasalahan kembali terjadi yang dilakukan oleh pekerja A. Dalam hal ini faktor permasalah yang ditimbulkan oleh pekerja A adalah murni karena memang seperti itulah karakter pekerja A. Sementara pekerja B merasa jengkel dan kecewa atas berulangnya kesalahan yang dilakukan oleh pekerja A tanpa penjelasan. Perasaan jengkel dan kecewa ini membuat pekerja B kembali pada perilaku semula. Artinya kepribadian pekerja B telah lepas karena kepribadian tersebut adalah hasil bentukan atas karakter pekerja A dan pekerja B memunculkan karakter dirinya. Dengan demikian karakter seseorang akan terus ada dalam diri dan akan muncul sewaktu-waktu entah dalam porsi yang utuh atau sebagian.

Catatan:

  1. Ingat..jangan pernah meminta perubahan dalam diri seseorang sebelum menanyakan pada diri sendiri apa yang harus dirubah dalam diri pribadi.
  2. Jangan dulu meminta perubahan pada diri seseorang sebelum 100% yakin telah menjalankan point 1 dan menemukan serta memahami karakter pribadi.
  3. Jangan meminta perubahan pada diri seseorang sebelum melakukan perubahan pada diri sendiri.
  4. Jangan pernah memfokuskan pemikiran akan karakter orang lain tapi fokuslah pada karakter diri yang perlu dan harus segera dikendalikan atau bahkan dirubah.
  5. Lupakan menanyakan kesalahan diri pada orang lain tapi ingatlah kesalahan itu secara sadar dan lakukan tindakan.
  6. Kuasai duniamu sendiri sebelum membuka pintu menuju dunia orang lain.
  7. Bentuklah banyak kepribadian sehingga dapat mengatasi karakter di beberbagai ekosistem.

Read More......

5 cm Ke Depan

Pada hari Selasa7 April 2009 telah kuungkapkan isi hati ku pada pemimpinku. Hari itu aku menyatakan keinginanku yang sebelumnya telah kunyatakan saat keputusan yang tidak ingin kuterima diungkapkan.Aku ingin mundur dari posisiku yang sekarang. Ketidaknyamanan yang semakin kurasakan sangat menggangguku. Atmosfer team work yang sebelumnya memberi kenyamanan batin meski ragaku remuk redam tidak dapat lagi kurasakan. Target kerja dan pandangan akan sesuatu yang lebih baik yang dulu begitu sering kurasakan, kini tidak lagi terjadi dalam diriku. Tentu saja hal ini disebabkan karena kerjasama yang membuatku dapat lebih kreatif tidak terjadi dalam posisiku sekarang. Aku lelah mencoba membuatnya mengerti cara kerjaku. Hingga akhirnya aku berhenti dan menjalani pekerjaan sebagaimana yang kepala bagianku inginkan. Namun akhirnya aku tak sanggup bertahan. Aku tidak lagi bisa menahan emosiku ataupun menerima cara kerja yang dia lakukan. Aku mundur dan aku memilih untuk mengungkapkan keinginanku untuk mundur pada pimpinanku. "Tolong saya untuk kembali keposisi sebelumnya meskipun posisi itu berarti lebih rendah dari posisi saya sekarang namun posisi itu membuat saya nyaman". Kalimat itu kembali kuungkapkan disertai dengan perasaan yang kumiliki pada suasana kerjaku sekarang. Meski belum jelas sebagai apa nantinya aku dikembalikan, setidaknya aku merasa diterima, didengar, dan dimengerti oleh pimpinan tertinggiku. Beliau tidak menampilkan bahwa aku adalah pegawai dibawahnya. Sungguh berbeda dengan kepala bagianku yang entah mengapa membuatku merasa sebagai pegawai rendah yang bertungas sebagai pembantu bukan sebagai rekan kerja. Aku tidak memerlukan pimpinan. Yang kuperlukan adalah rekan kerja yang dapat membuatku mencari,menemukan dan membuat jalan yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi sungguh sayang, setiap kata, gerak dan kegiatan yang kepala bagianku lakukan membuatku merasa sebagai "pembantu" yang hanya diperlukan ketika pimpinan tertinggi memberikan masalah gawat darurat yang dapat membuat kepalanya terpenggal sementara informasi lain sama sekali tidak kudapat. Bagaimana kalian mengharapkan sesuatu yang baik dapat kulakukan apabila informasi tidak diberikan kepadaku?!Bagaimana aku harus mencari informasi itu apabila aku tidak tau permasalahan yang terjadi?!
Maaf saja. Apapun yang terjadi aku memilih mundur dari posisi ini. Lebih baik aku berada di posisi semula tapi aku bisa melakukan banyak hal yang membuatku merasa berarti daripada posisi tinggi yang membuatku dikekang. Sebegitu takutnya kah dia akan hal baik yang dapat kulakukan sehingga menyimpan informasi yang seharusnya aku tahu..?! Luar biasa!!!.

Read More......

Taman Kreasiku...


Menulis tidak semudah yang kubayangkan. Maksud hati ingin menulis sesuatu yang berarti dan penuh arti dengan bahasa yang penuh makna diri, namun semakin dipikir ternyata susah sekali. Aku tak pandai berpuisi. Apalagi bersastra. Hanya sekedar menumpahkan isi hati yang lebih banyak gundah gulana pun perlu usaha yang keras. Begitu pula dengan kebahagian yang ingin kutuliskan agar menjadi sebuah kenangan saat aku sendiri menatap rembulan. Susah dan susah. Lebih banyak kebekuan dan kebisuan yang menjadi selubung inspirasi. Terlebih berada di ruang kotak yang menghalangi kepalaku untuk terbang dan menemukan hal-hal yang membuatku bahagia. Aneh memang..mungkin bagi sebagian besar manusia yang berpijak di bumi ini..kursi atas merupakan tempat yang memungkinkan mereka untuk menciptakan berbagai keajaiban. Namun bagiku keajaiban, kebahagian dalam hidup lebih menyenangkan ketika hanya beralaskan tanah lapang yang dipenuhi rumput hijau. Membuatku merasa bebas untuk menumbuhkan segala macam jenis bunga dan pepohonan yang memberi makna bagi masing-masing makhluk hidup. Semakin lama berada di singgasana langit membuatku kehilangan udara untuk dihirup, air untuk diminum serta keinginan untuk menanam. Ingin kembali. Ke duniaku yang hanya milikku. Taman impianku. Taman bunga yang ingin kutumbuhkan. Rerumputan yang hijau sejauh mataku memandang. Udara dingin dan tetesan embun yang menyejukan hatiku. Tawa dan canda angin yang selalu menyampaikan berita bahagia di setiap waktuku. Meski lelah raga membangun taman impianku, batinku terasa lebih bahagia. Dibandingkan ruang kotak, singgasana atas yang menjadikan ku seorang zombie yang tak mampu berpikir terlebih mencipta meski raga tiada terasa lelah namun hati kering tanpa tetesan hujan

Read More......

Deception Point


Selesai baca novel Dan Brown yang ini, jadi ketagihan buat baca semua novel karya Dan Brown yang lain. Kalo Da Vinci Code sih liat filmnya aja sudah bikin jantung deg-degan.
Deception Point tak kalah luar biasa. Cerita awal masih slowly dan tenang-tenang aja bacanya. Mau masuk ke bagian pertengahan, benar-benar berat banget buat menutup novel tersebut meski hanya sekedar untuk mengambil segelas minuman. Dan Brown dengan sangat cerdiknya berhasil mempermainkan emosi pembaca melalui Deception Point. Sebuah novel yang tidak hanya berisi cerita tetapi juga menyajikan kecerdasan dalam setiap point-pointnya. Pembaca tidak akan menyangka ending dari novel ini. Benar-benar "SMART".
Deception Point yang bercerita mengenai sebuah kebohongan besar yang diciptakan oleh satu lembaga Amerika Serikat yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa orang-orang yang secara tidak sengaja menemukan petunjuk-petunjuk yang mengarah pada kebohongan tersebut. Ditambah dengan persaingan politik yang penuh intrik.
Bagi yang menginginkan sebuah novel yang cerdas..cobalah baca Deception Point dan novel karya Dan Brown lainnya. Buat saya pribadi Deception Point menempati urutan ke 2 dari karya Dan Brown yang pernah saya baca.

Read More......

Kekerasan di Dunia Pendidikan

Semakin maraknya kekerasan di dunia pendidikan tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Guru maupun siswa perlu merubah konsep yang selama ini tertanam dalam diri mereka bahwa kekerasan apapun bentuknya bukan lagi hal sepele yang dianggap biasa. Perlu diketahui bahwa akibat dari kekerasan yang dialami seseorang bukan hanya dari segi fisik, tapi juga dari segi emosi, seksual serta pengabaian.
Tipe-tipe kekerasan:

  1. Fisik: seseorang mengalami kekerasan secara fisik apabila pada terdapat memar-memar pada tubuh yang sulit dijelaskan serta menampilkan perilaku berbeda di sekolah dan dirumah bahkan melakukan tindakan upaya bunuh diri. Kekerasan fisik dapat berupa pemukulan
  2. Emosi: kekerasan dalam hal emosi ditandai dengan perilaku tertutup, tidak sabaran bahkan upaya bunuh diri dan anak mengalami gangguan komunikasi. Kekerasan dalam hal emosi dapat berupa penghinaan, kata-kata kasar
  3. Seksual: anak dikategorikan mengalami kekerasan seksual apabila menampilkan tanda-tanda kesulitan berjalan dan duduk, memar, bengkak di area kemaluan, darah pada pakaian dalam dan cenderung menutup diri, menghindari kontak fisik, depresi, memiliki kemajuan dalam hal pengetahuan seksual atau bahkan bersedia melakukan hubungan seksual dengan siapa saja. Kekerasan seksual dapat berupa perkosaan.
  4. Pengabaian:anak dikategorikan telah mengalami kekerasan berupa pengabaian apabila ia tidak diperhatikan oleh lingkungan sekitarnya terutama orang tuanya. Anak yang mengalami kekerasan ini dapat dilihat apabila anak kelaparan secara terus menerus, tidak memperhatikan kebersihan diri,berat badan dibawah normal, mencuri,sering terlambat dll. Contoh kekerasan berupa pengabaian adalah menyerahkan tanggung jawab orang dewasa pada anak kecil.

Secara umum kekerasan diawali dengan perlakuan kekerasan berupa tipe-tipe di atas yang dapat menyebabkan anak sakit hati, terhina, stress, marah sehingga ia tidak mampu mentolerir hal tersebut dan kehilangan kendali atas dirinya untuk kemudian menampilkan perilaku kekerasan terhadap orang lain seperti menyakiti orang lain sebagaimana ia disakiti atau menyakiti dirinya sendiri.

Dalam dunia pendidikan, guru harus jeli untuk memilih kata-kata serta menampilkan sikap terhadap segala macam bentuk perilaku siswa. Ungkapkan pendapat secara jujur dan dengarkan serta beri perhatian positif pada anak sebagai bentuk penghargaan bagi anak. Hal ini disebabkan pada usia anak-anak merupakan saat bagi anak-anak untuk mencontoh segala macam bentuk aktivitas yang tertangkap oleh indranya. Guru memaki maka anak akan memiliki kosakata yang dapat digunakan untuk melampiaskan rasa marahnya. Selain itu guru juga harus jeli untuk melihat tanda-tanda ataupun perilaku kekerasan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa. Temukan solusi permasalahan yang dialami siswa. Hilangkan pola pikir bahwa sesuatu perilaku siswa yang meyimpang meskipun sepele dianggap hal biasa hanya karena mereka masih anak-anak. Tapi bantu anak untuk menemukan penyelesaian atas hal tersebut. Ingat bantu menyelesaikan dan bukan menyelesaikan.

Permasalahannya adalah akar pokok terjadinya seseorang melakukan kekerasan pada orang lain yang terus berlanjut menjadi rantai yang tak pernah putus..?!

Coba sejenak kita lakukan Flashback ke masa lampau saat Rasulullah SAW masih hidup. Meskipun sepanjang perjalanan hidup Rasulullah SWA selalu mengalami kekerasan dari orang-orang yang membenci beliau, selalu ditanggapi dengan hati yang lembut. Hal ini disebabkan karena kekerasan apabila tidak disikapi dengan hati yang lembut hanya akan menyebabkan pewarisan kekerasan pada orang lain. Pertanyaannya mengapa Rasulullah SAW mampu bersikap lembut terhadap segala bentuk kekerasan yang dialami beliau...?! Jawabnya karena Rasulullah berpegang pada ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur'an. Segala macam aktivitas yang dilakukan, berdasarkan pada Al-Qur'an. Begitu pula ketika Rasulullah memberikan pendidikan kepada umat Islam. Pendidikan yang diberikan adalah pendidikan yang mengambil dasar dari Al-Qur'an. Kurikulum Al-Qur'an. Sehingga peserta didik mendapat pengetahuan bagi jasmani dan rohani mereka. Berbeda dengan pendidikan di Indonesia pada saat ini. Dimana pengetahuan eksak yang harus dikuasai siswa jarang atau bahkan sama sekali tidak bersumber pada Al-Qur'an dan Hadist. Akibatnya siswa hanya menganggap ilmu hanya sekedar ilmu yang harus mereka pelajari tanpa mengetahui apalagi memahami makna ilmu tersebut. Ambil contoh siswa belajar alam semesta. Guru mengajarkan materi alam semesta tanpa menanamkan siapa pencipta alam semesta, bagaimana alam semesta ini tercipta serta apa yang akan terjadi pada alam semesta ini?. Guru hanya menggunakan teori-teori tentang alam semesta menurut pendapat manusia sedangkan penciptaan alam semesta oleh Allah SWT yang Maha Tunggal tidak disebutkan. Akibatnya siswa tidak memiliki rasa syukur ataupun penghambaan pada Allah SWT yang dapat mengarahkannya pada perilaku menyimpang termasuk kekerasan pada orang lain atau dirinya. Apabila sebuah lembaga pendidikan menginginkan siswa-siswinya tidak hanya memiliki kemantapan fisik namun juga kemantapan psikis maka mulailah menentukan kurikulum yang bersumber pada Al-Qur'an dan Hadist dan membuang konsep bahwa pemahaman agama hanya dipelajari pada mata pelajaran agama semata.

Permasalahan selanjutnya yang akan timbul apabila suatu sekolah menetapkan kurikulum independen yang berdasarkan pada Al-Qur'an dan Hadist adalah target diknas. Untuk memahamkan siswa tidak hanya dari kemampuan pengetahuan eksak tetapi juga kemampuan agama dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan waktu yang tidak sedikit sementara Diknas memiliki target pembelajaran yang harus dicapai. Pelaku pendidikan serta orang tua wajib mempertimbangkan apakah mereka ingin siswa-siswi/putra-putrinya memiliki kemampuan yang outstanding dari segi pengetahuan eksak tanpa dibarengi penghayatan agama dalam yang sangat baik yang dapat menjadikan mereka sebagai pelaku kekerasan ataukah kemampuan outstanding dari segi pengetahuan eksak plus kematangan psikis agamis dalam setiap kegiatannya dengan catatan melalui waktu yang lebih lama dalam proses studi formalnya namun waktu yang lebih lama pula dampak positifnya.

Selanjutnya, dilema lain yang timbul atas keinginan kembali pada Al-Qur'an dan Hadist demi mencegah kekerasan yang timbul pada kehidupan siswa adalah biaya. Saat ini telah banyak tumbuh sekolah-sekolah yang berbasis agama yang tidak hanya menawarkan kecakapan pengetahuan murni tapi juga kecakapan agama. Permasalahannya adalah untuk mendapatkan paket tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit. Lalu bagaimana nasib sekolah-sekolah negeri.

Untuk itu perlu dilakukan pembicaraan serius mengenai kurikulum oleh pemimpin diknas dengan ulama-ulama pemerhati pendidikan sehingga dapat dibuat kurikulum yang sesuai yang mengutamakan pemahaman agama.

Read More......

Lafaz Cinta


Lafaz Cinta. Boleh di bilang sebuah novel islami romantis namun tidak melulu menampilkan cerita-cerita tanpa makna. Lafaz Cinta menceritakan perjalanan seorang wanita muda dalam menemukan cinta sejati. Seyla, tokoh utama cerita ini dikisahkan mengalami kekecewaan terhadap seorang pemuda yang selama ini telah menjadi tunangannya. Kenyataan bahwa pemuda itu memutuskan pertunangan dengannya terjadi setelah Seyla kembali dari Ibadah Umroh dan setelah ia memohon yang terbaik bagi dirinya seperti anjuran ibunya. Allah SWT Maha Mengetahui yang terbaik bagi setiap hambanya. Hingga akhirnya Seyla memutuskan untuk hijrah ke Belanda. Ternyata di Belanda Seyla berada dalam posisi sulit antara Putra Mahkota Belanda dengan tunangannya. Sehingga ia mendapat tuduhan sebagai orang ke tiga. Dalam novel ini juga diceritakan perjalanan Seyla menemukan komunitas Islam di Belanda serta kegiatan-kegiatan kemanusian. Di akhir cerita Seyla menemukan pasangan hidup yang terbaik baginya dengan cara islami.
Lafaz Cinta menampilkan keindahan sisi-sisi kemanusiaan selain kebudayaan kota Mekkah dan Negeri Belanda. Alur cerita disampaikan dengan cara yang lembut. Hanya saja konflik yang terjadi tidak terlalu menaikan emosi saya.

Read More......

Satu Dapat Banyak





Sebuah novel islami yang bercerita mengenai kehidupan pasangan suami istri yang penuh dengan cobaan. Namun karena keteguhan iman yang mereka miliki, mereka berhasil melalui berbagai cobaan hidup. Novel ini mengajarkan akan arti dan hasil sebuah kesabaran, kesungguhan, kerja keras, kejujuran serta keikhlasan dan nilai-nilai positif yang penting dalam menjalani kehidupan.


Sandiwara langit merupakan sebuah novel sederhana dengan makna luar biasa. Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat gaya bahasa sederhana yang mudah dipahami. Pembaca tidak perlu terlalu banyak memikirkan arti kalimat dalam cerita tersebut.


Sandiwara langit bukan hanya novel islami yang menceritakan cerita nyata kehidupan islami, tapi juga dilengkapi dengan dalil-dalil Al Qur'an dan Hadist berserta keterangan sumber kitab-kitab hadist yang digunakan. Hal inilah yang menjadi point lebih dari novel "Sandiwara Langit. Pembaca mendapatkan sebuah cerita nyata, contoh-contoh perilaku yang harus dimiliki seorang muslim dan muslimah sejati serta juga dapat lebih mendalami pengetahuan agama melalui dalil-dalil Al Qur'an dan Hadist yang penting untuk diketahui, direnungkan, dipelajari dan diamalkan. Dapat dikatakan beli satu dapat seribu. Artinya dengan membaca Sandiwara Langit maka akan mendapat seribu manfaat. Tidak puas rasanya jika hanya membaca tanpa memilikinya. Karena dapat dijadikan penggungah semangat saat terjadi penurunan dalam menjalani hidup secara islami.


Read More......

Menyerah...Aman...atau Berjuang...Godaan

Dalam menjalani perjalanan kehidupan tidaklah selalu semulus yang dibayangkan dan diinginkan. Ada saat-saat yang harus diperjuangkan meski godaan menghadang sepanjang perjalanan. Namun tak jarang menyerah merupakan pilihan agar tercipta perasaan aman. Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Setiap insan pastilah mampu dengan mudah memberikan contoh baik bagi orang lain. Namun tidak semua insan dapat menghancurkan kemunkaran demi tegaknya kebenaran dan tercipta kebaikan.

Si Fulan adalah orang yang cerdas, kreatif, berpengetahuan agama bagus, selalu berusaha beramal ibadah yang baik. Seiring berjalannya waktu, Fulan merasa jenuh. Jenuh akan situasi di sekelilingnya. Di mana semakin banyak manusia memakan manusia. Tak perduli lawan, kawan, sahabat bahkan keluarga. Semakin lama, Fulan sampai pada keputusan finalnya yaitu menjauhi semua permasalahan, situasi dan omongan jelek di sekitarnya. Fulan berhenti. Ketika ditanya alasannya, Fulan mengatakan hanya ingin ketenangan hati. Bagi Fulan, tempat kerjanya saat itu memberikan banyak sekali godaan, ujian yang mengotori hatinya. Apakah berhenti merupakan keputusan yang terbaik...?! Sementara Fulan adalah salah satu orang yang memiliki kesadaran agama yang baik dan bisa memberi kontribusi yang baik bagi lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Mengapa Fulan tidak mau mencoba merubah segala keburukan yang ada disekelilingnya dengan pengetahuannya. Karena memberi contoh dapat dilakukan setiap manusia tetapi memperbaiki keburukan tidak bisa dilakukan oleh setiap manusia. Mengapa Fulan tidak mau menghadapi dan berjuang memberi contoh yang baik sekaligus memperbaiki kondisi, pemikiran yang tidak baik yang ada disekitarnya dan bukannya menyerah pada kondisi hati yang dapat ia perbaiki...?! Bukankah jalan yang sekarang ia tinggalkan merupakan ladang amal dan da'wah baginya untuk dihadapi. Meski diawal perjalanannya, ia akan menemukan hujan batu yang akan menyakitkan hatinya, tapi terus berusaha dalam senyum adalah hal kecil yang baik yang dapat dilakukannya.

Kamu adalah Ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imron :110)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (Al-Imron:104)

Sabda Rasulullah : Barang siapa yang melihat satu kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya apabila Fulan mau dan yakin bahwa ia mampu memperbaiki apa yang terjadi di sekelilingnya, maka ia Insya Allah berhasil karena pertolongan Allah SWT pada hambanya yang berjuang di jalannya pasti akan datang.

Catatan: di buat sebagai bentuk sharing pengalaman nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dansarana pengembangan diri. Sesungguhnya kesempurnaan hanya pada Allah SWT dan apabila ada kesalahan sesungguhnya itu berasal dari saya pribadi. Mohon maaf apabila ada kesalahan yang dikarenakan minimnya pengetahuan saya tapi apabila kita tidak memberanikan diri mencoba maka tak kan ada pelajaran yang dapat diambil dari nya

Read More......

Gone with the wind

Assalamu'alaikum...

Dua orang lagi pergi menyusul yang tiga. Male and female
Yang pertama...saya sebut dia dengan sebutan tuan Narsis...karena jika kita berada disekitarnya....didekatnya atau lebih parah satu kelompok dengannya maka bisa dipastikan akan ketularan penyakit Narsisnya. Si tuan Narsis ini senang sekali membentak baik sebagai pekerja bawahannya ataupun sebagai teman seposisi. Tapi bisa dijamin, bentakannya bukan dari hati. Kata salah satu teman...sifatnya itu hanyalah sebagai salah satu caranya untuk mencairkan suasana. Dan memang betul sih...Hanya saja terkadang ke Narsisannya membuat jengkel. Tetapi setelah tuan Narsis pergi...terasa ada yang hilang di sini. Tak ada lagi yang suka membentak-bentak....tertawa nyaring...dan memperlihatkan ke Narsisan dengan amat Narsisnya. Kata salah satu teman sih..kami kehilangan seseorang yang bisa diolok-olok dan dianiaya. Terdengar kejam tapi menyimpan kelembutan... Meskipun Tuan Narsis sangat Narsis...tapi terdapat keteguhan dihatinya..kemantapan dalam bersikap dan kebijakan dibalik sikap cengar-cengirnya.
Yang kedua...saya menyebutnya CU-Mi..biasanya dia sebel dipanggil begitu dan membalas dengan panggilan yang tidak aneh tapi janggal terdengarnya. CU-Mi terlalu kalem. Meski dibalik kekalemannya menyimpan kekerasan. Memiliki kondisi fisik yang aneh. Sebut saja saat kerja dia sakit...nganggurpun sakit. Badan yang aneh. CU-Mi...jalannya lambat sekali dan saya tidak bisa menceritakan hal banyak tentangnya karena dia aneh dan sulit diungkapkan....
Sekarang mereka berdua sudah pergi dan setiap kehilangan pasti akan terasa jelas saat kepergian. Mungkin selama ini saya kurang mendalami arti kebersamaan. Sehingga rasanya belum cukup waktu yang dihabiskan untuk berbagi cerita...berbagi canda dan saling memahami. Saya berharap mereka menyimpan dan mengenang segala peristiwa baik yang dialami ketika masih berkumpul bersama hingga kami dapat tersenyum bersama jika bersua...dan menelaah segala peristiwa buruk yang dialami sehingga kami dapat berbagi solusi saat bersua untuk kemudia tersenyum bersama. No more words...do the best...see you next time...

Read More......

Good Bye....

Bismillahirrahmanirrahim...
Saat berjumpa....saat berpisah....
Hari ini tiga orang telah pergi. Mereka akan menjalani pekerjaan baru....menemui teman baru...serta anak-anak yang baru...Masing-masing dari mereka memiliki kesan yang sangat berarti.
V-chan...panggilan sayang untuk seseorang yang pernah menjadi teman berbagi ruangan. Penghilang segala kekakuan dan menjadikan diri terbuka, rileks dan santai. Seseorang yang cerdas dan teguh serta berperasaan halus. V-chan...V-chan...Vchan...sekarang V-chan bagaikan kodok hijau yang siap melompat ke atas teratai yang baru. Semoga kau temukan apa yang kau cari dan tak kau lupakan apa yang telah kau dapat dan alami. Bersamamu banyak kejadian lucu, menyenangkan...menyedihkan dan segala perasaan yang tak terlukiskan.
Terimakasih telah bersedia menerimaku sebagai mitramu...terimakasih telah membuatku mengenal lebih banyak teman di awal-awal hariku...terimakasih telah "menjodohkan" (hanya main-main...) dengan "temanmu" meski itu membuatku enggan menegur "temanmu"...terimakasih telah menetapkanku sebagai MC berpartner dengan "temanmu" sehingga membuatku lebih berani dan menjadi lebih santai dalam berhadapat dengan "temanmu" meski pada awalnya "temanmu" menyebalkan karena KE NARSISANNYA dan meskipun beberapa hari setelah itu aku kembali enggan menegur "temanmu..." Semua keusilanmu mencairkan suasana....senyum mu meruntuhkan tembok...akan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang...
Dian...teman yang selalu berusaha memberikan kebahagian dan senyum bagi orang lain. Senang mengirimkan sms lucu yang terkadang menggelikan ataupun membuat jantung berdebar di suatu malam. Ikhlas...ikhlas...ikhlas adalah pesan terakhirnya. Ekspresimu susah ditafsirkan sedih atau senang. Namun hari ini aku bisa melihat tetes air di matamu.
Dj...begitulah panggilan teman-teman dekatmu...cuek dan senang tulang ikan, membuatmu unik...Tak begitu lama mengenal dirimu..itupun karena aku sering nebeng pulang padamu. Dan sekarang aku bingung....aku harus nebeng siapa lagi kalau pulang...??? Hal terakhir yang kau tanyakan adalah ....."kapan aku akan menyusul jejakmu...?" wish me luck for the next test...?!!
Itulah tiga orang yang selama ini berada di sekitarku yang telah pergi. Menyedihkan...karena selama ini mereka telah memberikan segala hal yang terbaik yang ada pada diri mereka. Lihatlah lebih dalam betapa besar pengabdian yang mereka berikan. Betapa mereka menyayangi wajah-wajah polos yang mereka temui di pagi hari hingga sore menjelang. Meski tak selalu kata-kata manis yang mereka terima. Betapa banyak waktu yang mereka habiskan demi wajah-wajah polos di hadapan mereka hingga sakit mendera meski tak setiap hari penghargaan yang mereka terima. Kemajuan yang ingin mereka lihat...keberhasilan yang ingin dicapai...kebaikan yang ingin di tuju...tak hanya untuk diri sendiri namun untuk semua pribadi. Kesamaan keinginan namun perbedaan jalan menciptakan perpisahan. Tangispun mewarnai dua hari terakhir. Buatku kita berpisah bukan berarti tak kan bertemu. Selama masih menapakan kaki di dunia masih ada kesempatan bertemu dan berbagi cerita. Jika tidak berkesempatan di dunia mudah-mudahan di akhirat di tempat yang baik dan memberi ketenangan...kedamaian dan keceriaan. Dengan senyum sebagai penghias. Salam pembuka kata.
End of the words...see you next time...

Read More......

Keharusan Dan Keinginan

Bismillahirrahmanirrahim....

Tidak selamanya keinginan kita adalah yg terbaik bagi kita. Terkadang kita hrs menjalani suatu keharusan yang tidak sesuai dengan keinginan atau pun sebaliknya. Orang lain berpendapat diri kita pantas atas "keharusan" tersebut tapi hal itu bukan "keinginan" kita. Akhirnya yang ada adalah kebingungan, kerisauan dan kebimbangan. Sanggupkah...? Bisakah untuk ikhlas sementara hati menolak...?
Ikhlas adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dilafazkan namun pada kenyataannya begitu sukar diaplikasikan.
Hari ini sebuah amanah besar telah dijatuhkan. Hati menolak...tangispun meledak...hingga lisan berucap TIDAK. Beban itu terlalu berat dan amanah itu terlalu bagus. Tak pernah sedikitpun terbersit...bermimpi...apalagi berambisi untuk mendapat amanah tersebut. Masih banyak teman-teman lain yg lebih mampu.
Ucapan selamat dan pompaan semangat dari orang-orang terdekat tak mampu mengubah "keinginan" untuk menolak "keharusan" itu. Bagi mereka diri ini mampu namun tidak bagi si penerima karena sekecil apapun ada pertanggung jawaban.
Seberat apapun sebuah pekerjaan jika diinginkannya, akan dilakukan sepenuh hati. Namun sungguh berat menumbuhkan keinginan untuk melakukan sebuah keharusan yang bukan merupakan keinginan.

Read More......