Menyerah...Aman...atau Berjuang...Godaan

Dalam menjalani perjalanan kehidupan tidaklah selalu semulus yang dibayangkan dan diinginkan. Ada saat-saat yang harus diperjuangkan meski godaan menghadang sepanjang perjalanan. Namun tak jarang menyerah merupakan pilihan agar tercipta perasaan aman. Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Setiap insan pastilah mampu dengan mudah memberikan contoh baik bagi orang lain. Namun tidak semua insan dapat menghancurkan kemunkaran demi tegaknya kebenaran dan tercipta kebaikan.

Si Fulan adalah orang yang cerdas, kreatif, berpengetahuan agama bagus, selalu berusaha beramal ibadah yang baik. Seiring berjalannya waktu, Fulan merasa jenuh. Jenuh akan situasi di sekelilingnya. Di mana semakin banyak manusia memakan manusia. Tak perduli lawan, kawan, sahabat bahkan keluarga. Semakin lama, Fulan sampai pada keputusan finalnya yaitu menjauhi semua permasalahan, situasi dan omongan jelek di sekitarnya. Fulan berhenti. Ketika ditanya alasannya, Fulan mengatakan hanya ingin ketenangan hati. Bagi Fulan, tempat kerjanya saat itu memberikan banyak sekali godaan, ujian yang mengotori hatinya. Apakah berhenti merupakan keputusan yang terbaik...?! Sementara Fulan adalah salah satu orang yang memiliki kesadaran agama yang baik dan bisa memberi kontribusi yang baik bagi lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Mengapa Fulan tidak mau mencoba merubah segala keburukan yang ada disekelilingnya dengan pengetahuannya. Karena memberi contoh dapat dilakukan setiap manusia tetapi memperbaiki keburukan tidak bisa dilakukan oleh setiap manusia. Mengapa Fulan tidak mau menghadapi dan berjuang memberi contoh yang baik sekaligus memperbaiki kondisi, pemikiran yang tidak baik yang ada disekitarnya dan bukannya menyerah pada kondisi hati yang dapat ia perbaiki...?! Bukankah jalan yang sekarang ia tinggalkan merupakan ladang amal dan da'wah baginya untuk dihadapi. Meski diawal perjalanannya, ia akan menemukan hujan batu yang akan menyakitkan hatinya, tapi terus berusaha dalam senyum adalah hal kecil yang baik yang dapat dilakukannya.

Kamu adalah Ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imron :110)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (Al-Imron:104)

Sabda Rasulullah : Barang siapa yang melihat satu kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya apabila Fulan mau dan yakin bahwa ia mampu memperbaiki apa yang terjadi di sekelilingnya, maka ia Insya Allah berhasil karena pertolongan Allah SWT pada hambanya yang berjuang di jalannya pasti akan datang.

Catatan: di buat sebagai bentuk sharing pengalaman nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dansarana pengembangan diri. Sesungguhnya kesempurnaan hanya pada Allah SWT dan apabila ada kesalahan sesungguhnya itu berasal dari saya pribadi. Mohon maaf apabila ada kesalahan yang dikarenakan minimnya pengetahuan saya tapi apabila kita tidak memberanikan diri mencoba maka tak kan ada pelajaran yang dapat diambil dari nya

0 komentar:

Posting Komentar