I need space to breath...

Setiap manusia selalu dihadapkan pada pilihan. Entah dua, tiga atau sekian banyak pilihan yang cukup membingungkan untuk diambil. Pilihan terkadang membuat bingung. Bagi sebagian tempat yang mereka pilih untuk kita adalah baik sementara pilihan kita sendiri menurut kita adalah baik. Oke, kita coba gambling mengingat mereka adalah mayoritas dan suara kita minoritas meski segala kelemahan, kekurangan dan ketidaksiapan serta ketidak mampuan yang menimbulkan keraguan telah pula diungkapkan. Berkeras dan berkeraslah karena suara mayoritas dan demi sebuah permintaan pertolongan dari seseorang yang layak dihormati.
Seiring perjalanan, ternyata sedikit sekali kebaikan yang kita lakukan dibanding keburukan yang secara langsung maupun tidak langsung dilakukan pada tempat yang menurut suara mayoritas adalah tempat terbaik untuk kita. Apa langkah selanjutnya..?! komunikasi...?! pun telah dilakukan dan hasilnya tidak memberi perubahan berarti. Begitu rasa telah memuncak dan selagi kesadaran masih terdapat dalam diri, terucaplah keinginan awal yaitu mundur dan mencoba memutar kemudi menuju pilihan kita yang diyakini baik dan ditolak suara mayoritas. Namun sayang, penolakan dari suara mayoritas terus berlangsung dan keadaan membuat diri terpojok sementara kita hanya menginginkan sedikit kebaikan yang mungkin kita ciptakan namun sepanjang waktu dibanding keburukan yang terus berulang. Bermacam ungkapan dari suara mayoritas berdatangan mencoba untuk membelokan jalan yang telah kupatri dan ingin kudapatkan karena mengharap ketenangan lahir dan batinku. Bagiku pilihan ini adalah jalanku untuk menghalangi diri dari hal buruk yang meracuni jiwaku. Sayang, bagi suara mayoritas keinginanku hanyalah sebutir pasir di lautan sementara keinginan suara mayoritas adalah gunung himalaya. Dan gunung himalaya itu dititipkan pada sebutir benih yang baru mencoba untuk tumbuh dan mencoba untuk mempelajari rumput di sekitar, bukan terjalnya jalan menuju puncak gunung.
Tolong jangan matikan aku dengan teriakan mayoritas kalian. I NEED SPACE TO BREATH..!!
Semakin nyaring suara mayoritas meneriakan keinginan mereka, semakin tidak ada ruang untuk bergerak. Suara mayoritas mengurung setiap celah untuk bernafas. Mematikan hasrat hati untuk tumbuh dan berkembang. Hanya kelelahan yang terasa dan layu di tempat ia tumbuh dan berusaha tumbuh. Jawablah kalian para suara mayoritas..kepada jiwa inikah kalian berkeras untuk menitipkan gunung tempat kalian berpijak dan orang-orang disekeliling kalian untuk berpijak.

0 komentar:

Posting Komentar