Taman Kreasiku...


Menulis tidak semudah yang kubayangkan. Maksud hati ingin menulis sesuatu yang berarti dan penuh arti dengan bahasa yang penuh makna diri, namun semakin dipikir ternyata susah sekali. Aku tak pandai berpuisi. Apalagi bersastra. Hanya sekedar menumpahkan isi hati yang lebih banyak gundah gulana pun perlu usaha yang keras. Begitu pula dengan kebahagian yang ingin kutuliskan agar menjadi sebuah kenangan saat aku sendiri menatap rembulan. Susah dan susah. Lebih banyak kebekuan dan kebisuan yang menjadi selubung inspirasi. Terlebih berada di ruang kotak yang menghalangi kepalaku untuk terbang dan menemukan hal-hal yang membuatku bahagia. Aneh memang..mungkin bagi sebagian besar manusia yang berpijak di bumi ini..kursi atas merupakan tempat yang memungkinkan mereka untuk menciptakan berbagai keajaiban. Namun bagiku keajaiban, kebahagian dalam hidup lebih menyenangkan ketika hanya beralaskan tanah lapang yang dipenuhi rumput hijau. Membuatku merasa bebas untuk menumbuhkan segala macam jenis bunga dan pepohonan yang memberi makna bagi masing-masing makhluk hidup. Semakin lama berada di singgasana langit membuatku kehilangan udara untuk dihirup, air untuk diminum serta keinginan untuk menanam. Ingin kembali. Ke duniaku yang hanya milikku. Taman impianku. Taman bunga yang ingin kutumbuhkan. Rerumputan yang hijau sejauh mataku memandang. Udara dingin dan tetesan embun yang menyejukan hatiku. Tawa dan canda angin yang selalu menyampaikan berita bahagia di setiap waktuku. Meski lelah raga membangun taman impianku, batinku terasa lebih bahagia. Dibandingkan ruang kotak, singgasana atas yang menjadikan ku seorang zombie yang tak mampu berpikir terlebih mencipta meski raga tiada terasa lelah namun hati kering tanpa tetesan hujan

0 komentar:

Posting Komentar