Marahnya Seorang Pimpinan
"Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskan pelampiasannya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari kehendaknya." (HR. Abu Dawud - At-Tirmidzi)
"Pemimpinku pemarah, aku tidak betah bekerja di tempat ini..!! Rasanya mau berhenti saja...!!! Ya Allah berilah tempat bekerja yang lebih baik dari di sini...!!!"
Itulah kalimat yang terlontar ketika seorang pimpinan meluapkan emosi negatifnya yaitu rasa marah. Akan lebih buruk lagi apabila luapan emosi tersebut ditampilkan dihadapan orang banyak.
Sebab-sebab "pimpinan ku" marah:
Pimpinanku saat marah:
Itulah kalimat yang terlontar ketika seorang pimpinan meluapkan emosi negatifnya yaitu rasa marah. Akan lebih buruk lagi apabila luapan emosi tersebut ditampilkan dihadapan orang banyak.
Sebab-sebab "pimpinan ku" marah:
1. aku telah melakukan kesalahan
2. marah adalah karakter pimpinanku
2. marah adalah karakter pimpinanku
Pimpinanku saat marah:
- berteriak dihadapan ku dan orang banyak
- menggunakan tangan/jarinya untuk memukul-mukul meja dan menunjuk-nunjuk wajahku
- bertambah marah apabila aku mengajukan pembelaan diri bertambah marah dan semakin berteriak apabila ada orang lain yang bertanya padanya saat itu meski pertanyaan orang tersebut merupakan hal berbeda
- lupa bahwa aku juga manusia yang memiliki hati dan perasaan.
Perasaanku/sikapku saat dimarahi:
- sedih karena aku sadar aku telah melakukan kesalahan
- malu karena dimarahi, dimaki dan diteriaki dihadapan orang banyak
- benci karena pimpinanku tidak menghargai ku sebagai seorang manusia yang memiliki hati
- dendam karena aku telah dipermalukan didepan umum
- sakit hati karena dilempari kata-kata kasar oleh pimpinanku
- malas beraktifitas karena aku takut melakukan kesalahan yang membuatku dipermalukan didepan umum
- lari, aku ingin lari dari tempatku bekerja dan mencari tempat kerja lain yang lebih memberi ketenangan.
- aku berdo'a semoga pimpinanku segera digantikan oleh orang lain yang lebih berjiwa pimpinan lahir dan batin yang memahami dan menerapkan citra seorang pemimpin islam
- aku berharap suatu saat pimpinanku akan merasakan bagaimana rasanya dimarahi, dimaki dan diteriaki di depan umum
Jadi, tidak ada hal baik apabila seseorang meluapkan amarahnya terhadap seseorang dihadapan orang banyak meskipun orang yang dimarahi, dimaki dan diteriaki telah melakukan kesalahan.
Sikap yang baik apabila seorang pimpinan menemukan pegawainya melakukan kesalahan:
Sikap yang baik apabila seorang pimpinan menemukan pegawainya melakukan kesalahan:
- Panggilah pegawai tersebut kesebuah ruangan tertutup dimana tidak ada orang lain selain pimpinan dan pegawai yang melakukan kesalahan.
- Berilah senyum saat pegawai tersebut masuk. Hal ini akan memberi sedikit ketenangan bagi si pegawai karena pegawai tersebut pasti merasa bahwa ia telah melakukan kesalahan meskipun seandainya kesalahan tersebut tidak disengaja.
- Tanyakan kabar pegawai tersebut. Dengan demikian ia akan merasa rileks dan lebih menghormati pimpinan
- Jelaskan maksud pimpinan memanggil yaitu dengan melakukan kroscek kebenaran atas kesalahan yang dilakukan oleh pegawai tersebut. Hal ini akan membuat pegawai yang melakukan kesalahan menjadi lebih jujur dan terbuka sehingga informasi yang ingin diketahui pimpinan menjadi lebih jelas
- Jelaskan bahwa pimpinan tidak marah akan kesalahan yang dilakukan pegawai tersebut dan sebutkan akibat yang timbul dari kesalahan yang dilakukan pegawai tersebut.
- Tekankan dengan bahasa yang halus agar pegawai tersebut berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya. Jika memang diperlukan berilah konsekuensi logis atas kesalahan yang telah dilakukan. Tentu saja dengan bahasa yang halus agar pegawai tersebut tidak merasa terpaksa menerima konsekuensi tersebut tapi karena menyadari konsekuensi tersebut pantas ia terima sebagai akibat dari kesalahannya.
- Ucapkan terimakasih dan jabatlah tangan si pegawai diakhir pembicaraan serta tidak lupa tersenyum.
Apabila semua pimpinan bersikap demikian ketika pegawainya melakukan kesalahan, maka hasilnya adalah :
- Para pekerjanya akan merasa betah dan aman bekerja di tempat tersebut. Tidak mudah terjadi pergantian personel.
- Para pekerjanya dapat melihat dengan lebih jelas letak kesalahan yang telah dilakukan dan termotivasi untuk berusaha tidak mengulangi dan memperbaiki kesalahan tersebut.
- Para pekerja tidak mengalami kematian dalam kreatifitas dan berusaha untuk memberikan yang terbaik tanpa pamrih
- Para pekerja memiliki rasa ikhlas dalam melakukan setiap pekerjaan
- Pimpinan dan bawahan memiliki rasa kekeluargaan dan kekompakan disela-sela rasa profesionalisme.
- Tujuan perusahaan mudah dicapai.
- Pimpinan dan bawahan sehat lahir batin karena marah, benci, dendam hanya membawa penyakit.
Beberapa orang berkata "Marahnya seorang pimpinan sewaktu-waktu diperlukan agar pekerjanya lebih menyadari letak kesalahan yang telah dilakukan atau pimpinan yang marah menunjukan wibawa sebagai seorang pemimpin".
Memang benar, tetapi tempatkanlah rasa marah tersebut di tempat yang tepat dan cara yang tepat agar memberi hasil yang tepat pula. Luapan rasa marah seorang pimpinan lebih cenderung menimbulkan ketakutan bukan penghormatan.
Memang benar, tetapi tempatkanlah rasa marah tersebut di tempat yang tepat dan cara yang tepat agar memberi hasil yang tepat pula. Luapan rasa marah seorang pimpinan lebih cenderung menimbulkan ketakutan bukan penghormatan.
Perenungan:
Rasulullah S.A.W memberikan contoh kepada kita tentang berlapang dada. Ia tidak panik menghadapi kekasaran seorang
Beliau tetap bersabar menghadapinya dan memberikan sikap yang ramah dan Lemah lembut. Pada saat itulah, Rasulullah S.A.W ingin menunjukkan kepada kita bahawa kesabaran dan berlapang dada itu lebih tinggi nilainya daripada harta benda. Adakalanya, Rasulullah S.A.W juga marah. Namun, marahnya itu tidak melampaui batas kemuliaannya. Itu pun ia lakukan bukan kerana masalah peribadi melainkan kerana untuk menjaga kehormatan agama Allah. Rasulullah S.A.W bersabda, "Memaki-maki orang muslim adalah fasik (dosa),dan memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam)." (HR.Bukhari) Sabdanya pula, "Bukanlah seorang mukmin yang suka mencela, pengutuk, kata-katanya keji dan kotor." (HR. Turmudzi).
catatan: aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.
seiring waktu ku jalani hingga nafas ku terhenti
namun aku tak ingin menjadi orang yang baik seorang diri melainkan aku ingin semua orang menjadi baik.
aku berusaha menyadari setiap kesalahan yang telah kulakukan dan aku ingin orang lainpun dapat menjadi orang yang
mampu menyadari kesalahannya sendiri.
betapa indah dunia...betapa banyak senyum tercipta...hilang semua dengki di dada...
terimakasih wahai saudara...yang entah dimana engkau berada...sungguh aku merasa lebih lega...

0 komentar:
Posting Komentar