Keajaiban...
Sebuah berita lama yang tidak sengaja terlintas untuk diceritakan. Cerita ini membuatku bertanya dan menyadari bahwa terlarang mengatakan "tidak bisa" pada diri sendiri. Peristiwa ini terjadi sekitar 2 bulan yang lalu.
Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 14, aku mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupku yang memang tidak semua orang beranggapan hal itu penting. Aku memutuskan untuk membeli sebuah sepeda motor. Sepeda motor yang selama ini hanya berani ku naiki di kursi penumpang tanpa berani kukemudikan sendiri. Sepeda motor yang bagiku terlalu berat untuk ku bawa dengan badanku yang kecil dan kurus. Sepeda motor yang kuambil setelah mengorbankan keinginan papaku akan tokonya meski beliu ikhlas merelakannya demi melihat kemudahan yang akan ku jalani meski aku mencoba untuk membuatnya membatalkan keinginan melihatku menaiki sebuah sepeda motor. Tapi akhirnya kuambil juga sepeda motor tersebut setelah melalui berbagai kerumitan yang menguji kesabaran hingga terlintas dalam pikiranku bahwa tahun ini belumlah saatnya aku memiliki sebuah sepeda motor.
Sepeda motor ini kuambil tanpa memikirkan bagaimana kemungkinanku untuk mengendarainya karena terpatri dalam diriku bahwa aku tidak akan pernah mampu mengendarai sebuah sepeda motor yang berat.
Akhirnya tanpa kusadari sepenuhnya tanggal 14 hari itu aku resmi membawa sepeda motor baru yang aku sendiri kebingungan bagaimana mengendarainya agar sampai kerumah dengan selamat. Pertama, temanku bersedia mengantarku sampai ke rumah dengan sepeda motor tersebut. Kemudian sore harinya papaku mengajak ku pergi ke jalan raya agar aku segera lancar mengemudikannya. Sebuah ketidakmampuan yang aku ucapkan pada diriku dan orang-orang yang dulu menanyakan kemampuanku mengendarai sepeda motor ternyata hanya dalam 2 hari aku mampu mengendarainya seorang diri. Papaku dalam 2 hari berusaha agar aku bisa berhasil. Keinginannya membuka pintu keridhaan Allah SWT sehingga hatiku terbuka dan memiliki keberanian untuk melalui jalan-jalan penuh manusia lain dengan motor besinya masing-masing. Masih sering terlintas dalam pikiranku betapa kejadian ini sesuatu yang ajaib yang terjadi dalam hidupku. Mengingat betapa takutnya aku melalui jalan padat menggunakan sepeda motorku...sendiri...sendiri...sendiri...
Setiap jalan yang kulalui dengan kendaraan roda dua ku...tak hentinya syukur kuucap akan kemampuan yang diberikan padaku. Jangan pernah berkata "tidak bisa" baik pada diri sendiri maupun pada orang lain karena tak ada yang tahu kapan sebuah ilmu dikaruniakan pada kita. Selama masih ada keinginan untuk mempelajarinya...maka pasti bisa. Biasakannya mengucapkan "Saya Bisa" maka segala sesuatu pasti mampu dikerjakan. Tanpa melupakan syukur dan sujud.
Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 14, aku mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupku yang memang tidak semua orang beranggapan hal itu penting. Aku memutuskan untuk membeli sebuah sepeda motor. Sepeda motor yang selama ini hanya berani ku naiki di kursi penumpang tanpa berani kukemudikan sendiri. Sepeda motor yang bagiku terlalu berat untuk ku bawa dengan badanku yang kecil dan kurus. Sepeda motor yang kuambil setelah mengorbankan keinginan papaku akan tokonya meski beliu ikhlas merelakannya demi melihat kemudahan yang akan ku jalani meski aku mencoba untuk membuatnya membatalkan keinginan melihatku menaiki sebuah sepeda motor. Tapi akhirnya kuambil juga sepeda motor tersebut setelah melalui berbagai kerumitan yang menguji kesabaran hingga terlintas dalam pikiranku bahwa tahun ini belumlah saatnya aku memiliki sebuah sepeda motor.
Sepeda motor ini kuambil tanpa memikirkan bagaimana kemungkinanku untuk mengendarainya karena terpatri dalam diriku bahwa aku tidak akan pernah mampu mengendarai sebuah sepeda motor yang berat.
Akhirnya tanpa kusadari sepenuhnya tanggal 14 hari itu aku resmi membawa sepeda motor baru yang aku sendiri kebingungan bagaimana mengendarainya agar sampai kerumah dengan selamat. Pertama, temanku bersedia mengantarku sampai ke rumah dengan sepeda motor tersebut. Kemudian sore harinya papaku mengajak ku pergi ke jalan raya agar aku segera lancar mengemudikannya. Sebuah ketidakmampuan yang aku ucapkan pada diriku dan orang-orang yang dulu menanyakan kemampuanku mengendarai sepeda motor ternyata hanya dalam 2 hari aku mampu mengendarainya seorang diri. Papaku dalam 2 hari berusaha agar aku bisa berhasil. Keinginannya membuka pintu keridhaan Allah SWT sehingga hatiku terbuka dan memiliki keberanian untuk melalui jalan-jalan penuh manusia lain dengan motor besinya masing-masing. Masih sering terlintas dalam pikiranku betapa kejadian ini sesuatu yang ajaib yang terjadi dalam hidupku. Mengingat betapa takutnya aku melalui jalan padat menggunakan sepeda motorku...sendiri...sendiri...sendiri...
Setiap jalan yang kulalui dengan kendaraan roda dua ku...tak hentinya syukur kuucap akan kemampuan yang diberikan padaku. Jangan pernah berkata "tidak bisa" baik pada diri sendiri maupun pada orang lain karena tak ada yang tahu kapan sebuah ilmu dikaruniakan pada kita. Selama masih ada keinginan untuk mempelajarinya...maka pasti bisa. Biasakannya mengucapkan "Saya Bisa" maka segala sesuatu pasti mampu dikerjakan. Tanpa melupakan syukur dan sujud.

0 komentar:
Posting Komentar