Leave me alone
Prasangka buruk. Berpikir negatif. Begitu mudah hal ini terjadi setiap harinya. Selalu saja ada pihak2yang menjadikan sesuatu yang awalnya tanpa maksud, melahirkan sebuah maksud dan menjadikan sebuah prasangka buruk.
Hari ini begitu sesak. Hingga diputuskan lah semua hal yang memungkinkan terjadinya sebuah koneksi. Begitu lelah dengan semua hal yang membuat syaraf, otot dan pikiran menjadi kaku dan tegang. Hari ini sebuah pengakhiran dimulai. Tak kan lagi ada kontak dalam hal apapun meski sebuah huruf melalui sms. Semua telah dihapus karena perasaan lelah akibat prasangka buruk yang membuat hati menjadi sakit. Semua telah dihapus karena perasaan lelah akibat saling serang dan adu kata-kata yang membuat hati merasa bahwa hanya kebencianlah yang dihadirkan. Meski selama ini mencoba untuk berpikiran positif bahwa bukan benci yang ditawarkan.
Hari ini sebuah foto dan segelintir argumen menjadikan pikiran negatif dan prasangka menyeruak masuk. Hingga akhirnya diputuslah semua koneksi yang mungkin terjadi. Tak ingin lagi menyimpan. Tak ingin lagi terhubung. Tak ingin lagi peduli. Hanya ingin hati menjadi bersih dari segala keterkaitan. Mencoba kembali menjadi diri sendiri yang bebas tanpa harus peduli dengan tatapan-tatapan mata kalian dan prasangka-prasangka kalian yang menyebabkan prasangka. Pikiran positif akan tetap hadir meski negatif yang harus diterima. Tak mudah meminta pengertian bahwa bukan ini tujuan akhir dari sebuah foto. Mungkin benarlah bahwa hanya benci yang diantar hatimu pada kedua tangan. Hanya basa basi yang terlontar dari lisankan. Tak peduli bagaimana hati ini mencoba menampung semuanya.
Inilah akhir dari segalanya. Tak kan terulang semua yang telah terjadi. Karena telah ditutup jalanmu untuk kemari. Telah ditutup pintu untuk setiap ketukan-ketukan jarimu. Telah ditutup telinga untuk setiap panggilan dan sapaanmu. Telah ditutup semua karena sebuah foto dan beberapa komentar yang membuat prasangka negatif. Meski bukan ini akhir yang diharap.
Hari ini begitu sesak. Hingga diputuskan lah semua hal yang memungkinkan terjadinya sebuah koneksi. Begitu lelah dengan semua hal yang membuat syaraf, otot dan pikiran menjadi kaku dan tegang. Hari ini sebuah pengakhiran dimulai. Tak kan lagi ada kontak dalam hal apapun meski sebuah huruf melalui sms. Semua telah dihapus karena perasaan lelah akibat prasangka buruk yang membuat hati menjadi sakit. Semua telah dihapus karena perasaan lelah akibat saling serang dan adu kata-kata yang membuat hati merasa bahwa hanya kebencianlah yang dihadirkan. Meski selama ini mencoba untuk berpikiran positif bahwa bukan benci yang ditawarkan.
Hari ini sebuah foto dan segelintir argumen menjadikan pikiran negatif dan prasangka menyeruak masuk. Hingga akhirnya diputuslah semua koneksi yang mungkin terjadi. Tak ingin lagi menyimpan. Tak ingin lagi terhubung. Tak ingin lagi peduli. Hanya ingin hati menjadi bersih dari segala keterkaitan. Mencoba kembali menjadi diri sendiri yang bebas tanpa harus peduli dengan tatapan-tatapan mata kalian dan prasangka-prasangka kalian yang menyebabkan prasangka. Pikiran positif akan tetap hadir meski negatif yang harus diterima. Tak mudah meminta pengertian bahwa bukan ini tujuan akhir dari sebuah foto. Mungkin benarlah bahwa hanya benci yang diantar hatimu pada kedua tangan. Hanya basa basi yang terlontar dari lisankan. Tak peduli bagaimana hati ini mencoba menampung semuanya.
Inilah akhir dari segalanya. Tak kan terulang semua yang telah terjadi. Karena telah ditutup jalanmu untuk kemari. Telah ditutup pintu untuk setiap ketukan-ketukan jarimu. Telah ditutup telinga untuk setiap panggilan dan sapaanmu. Telah ditutup semua karena sebuah foto dan beberapa komentar yang membuat prasangka negatif. Meski bukan ini akhir yang diharap.

0 komentar:
Posting Komentar