Waiting...

Ribuan tetes air membasahi tempatku berpijak. Kebekuan yang tercipta menengadahkan kepala akan suatu tanya. Meski ribuan neuron di kepala mencoba untuk membuat koneksi atas tanya yang ada. Hanya sunyi dan lubang tanpa gema yang tercipta.
Menanti jalan yang membawa pada padang ilalang. Sungguh berkali-kali sunyi yang terasa.
Waktu tersia. Raga tanpa jiwa. Hati entah kemana. Meski kaki mengayun. Tiada tanya kemana angin membawa. Hingga menghembus tuk terakhir kalinya.
Akankah mata-mata itu mencari..?!
Akankah suara-suara itu bertanya..?!
Akankah tangan-tangan itu terulur..?!
Akankah mereka hadir..?!
Bersama tak hanya pada padang ilalang.
Bersama tak hanya dibawah ribuan tetes air.
Bersama dalam senyum tanpa akhir.

1 komentar:
mba nu sekarang tambah produktif aja nie nulisnya, mentang2 ada wadahnya buat nuangin perasaannya
Posting Komentar